16 jam yang lalu
Pangannews.id - Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyasar langsung keluarga sebagai titik utama intervensi. Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat menyalurkan bantuan kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/4/2026).
“Kita jangan sampai penanganan stunting itu dilakukan secara parsial,” ujar Wihaji di sela kegiatan.
Ia menekankan, kehadiran pemerintah hingga ke wilayah pedalaman menjadi bukti keseriusan dalam menekan angka stunting nasional. Menurutnya, intervensi yang efektif harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi keluarga, hingga penguatan layanan kesehatan dasar.
“Penanganan stunting harus pendekatan terpadu langsung kepada keluarga sasaran dan tidak secara parsial,” katanya.
Pemberian bantuan kepada dua KRS tersebut, lanjut Wihaji, bukan sekadar simbolis. Pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh sehat dan optimal melalui program berkelanjutan.
Untuk mempercepat penurunan stunting, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Program Keluarga Risiko Stunting, kata dia, harus dikawal bersama agar dampaknya bisa dirasakan secara nyata di lapangan.
“Program Keluarga Risiko Stunting harus kita kawal bersama dan bersinergi yang kuat untuk percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Banten. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah pedalaman di Kabupaten Lebak.
“Kami mendukung penuh langkah strategis BKKBN. Ini menjadi energi positif bagi daerah untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga,” kata Dimyati.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting sejak dini.
“Kita bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk penanganan stunting, juga mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat agar kualitas hidup keluarga semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Yuda Ganda Putra, memastikan bantuan yang diberikan merupakan bagian dari intervensi spesifik yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
“Kami memastikan setiap keluarga penerima mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pemenuhan gizi hingga edukasi pola asuh yang tepat. Ini adalah langkah konkret dalam mencegah stunting dari hulu,” katanya.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemantauan program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah juga menggelar pelayanan KB serentak dalam rangka peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia.
Editor : Adi Permana
Senin, 27 April 2026 11:10 WIB
Senin, 27 April 2026 10:36 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...