Sukabumi Jadi Contoh, Energi Panas Bumi Mulai Didorong untuk Industri dan Pariwisata

Pers Pangannews

10 jam yang lalu

news
Eksplorasi panas bumi Cisolok-Cisukarame di Desa Sirna Rasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto : dok. Kementerian ESDM)

Pangannews.id - Di tengah besarnya potensi energi panas bumi, pemanfaatannya di Indonesia masih didominasi untuk pembangkit listrik. Padahal, sektor ini dinilai bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika dimanfaatkan secara langsung di tingkat masyarakat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan belum berkembang optimal, meski peluangnya terbuka lebar di berbagai sektor produktif.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengembangan SDM dan Kewirausahaan, Benny Indra Batubara, mengatakan pendekatan terhadap energi baru terbarukan perlu diperluas, tidak hanya berhenti pada aspek teknis.

“Energi baru terbarukan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga penggerak ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Benny, dikutip dari Antara.

Menurut dia, pemanfaatan langsung panas bumi dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pertanian, pengolahan hasil bumi, budidaya perikanan, hingga pariwisata berbasis geothermal.

Namun, praktik tersebut masih terbatas di beberapa wilayah. Kawasan seperti Ciater dan Kamojang menjadi contoh bagaimana panas bumi bisa memberi nilai tambah ekonomi, meski belum banyak direplikasi di daerah lain.

Padahal, Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi dunia. Dengan besarnya potensi tersebut, pemanfaatan langsung dinilai bisa menjadi salah satu instrumen untuk mendorong ekonomi lokal, terutama di wilayah yang memiliki sumber panas bumi.

Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki peluang tersebut. Kawasan Gunung Salak, Gunung Halimun, hingga Kawah Ratu menyimpan potensi yang bisa dikembangkan tidak hanya untuk energi, tetapi juga kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.

“Pemanfaatan langsung panas bumi memiliki irisan kuat dengan penguatan UMKM, hilirisasi produk lokal, pengembangan pariwisata, hingga penciptaan usaha berbasis energi terbarukan,” kata Benny.

Meski demikian, pengembangan pemanfaatan langsung panas bumi menghadapi tantangan pada kesiapan sumber daya manusia. Kurangnya tenaga yang memahami aspek teknis hingga pengelolaan menjadi salah satu hambatan di lapangan.

Untuk itu, pemerintah mulai mendorong penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan bagi aparatur daerah dan pengelola lapangan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan panas bumi agar tidak hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi.

Pelatihan yang digelar di Sukabumi menjadi salah satu upaya awal untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Peserta dibekali pengetahuan mulai dari regulasi, keselamatan kerja, hingga praktik teknis di lapangan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...