Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Jadi Pupuk Tanaman Hias, Ini Kata Guru Besar IPB

Pers Pangannews

8 jam yang lalu

news
Ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias

Pangannews.id - Upaya pembasmian ikan sapu-sapu (pleco) di perairan DKI Jakarta dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan jika hasilnya hanya berakhir sebagai limbah. Di tengah masifnya penangkapan spesies invasif tersebut, peluang pemanfaatan justru dinilai belum banyak digarap.

Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB University, Prof. Mala Nurilmala, menilai hasil pembasmian seharusnya bisa diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya pupuk cair untuk tanaman hias.

“Sebaiknya ikan sapu-sapu dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias. Memang tidak bisa digunakan lagi untuk makhluk hidup karena berada di perairan yang sangat tercemar oleh logam berat,” ujarnya, dikutip dar laman resmi IPB University.

Menurut Prof. Mala, kondisi perairan di Jakarta membuat ikan sapu-sapu berisiko tinggi terpapar logam berat. Hal ini menjadikannya tidak aman untuk dikonsumsi manusia maupun digunakan sebagai bahan pakan ternak.

“Ikan dari perairan tercemar tidak hanya berisiko bagi manusia, tetapi juga jika digunakan sebagai pakan ternak. Logam beratnya bisa terakumulasi,” jelasnya.

Ia menegaskan, risiko tersebut berbeda jika ikan sapu-sapu hidup di perairan yang masih bersih. Dalam kondisi normal, ikan ini pada dasarnya masih bisa dimanfaatkan seperti ikan lainnya. Namun, konteks perairan perkotaan seperti Jakarta membuat pendekatan pemanfaatannya harus dibatasi.

Di sisi lain, ledakan populasi ikan sapu-sapu juga mencerminkan ketidakseimbangan ekosistem. Spesies ini dikenal memiliki daya adaptasi tinggi dan minim predator alami, sehingga mampu berkembang cepat dan mendominasi habitat.

“Sebenarnya ikan ini bisa membantu menyerap logam di perairan. Namun karena ekosistemnya tidak seimbang, populasinya menjadi sangat banyak dan berdampak negatif,” kata Prof. Mala.

Dominasi tersebut berpotensi mengancam keberadaan ikan lokal serta mengganggu keseimbangan rantai makanan di perairan. Karena itu, pengendalian populasi tetap diperlukan, namun perlu diikuti dengan skema pemanfaatan yang lebih produktif.

Ia menilai, pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pupuk cair bisa menjadi solusi yang lebih rasional dibandingkan sekadar membuang atau menguburnya. Selain memberi nilai tambah, cara ini juga dapat mengurangi potensi penumpukan limbah organik yang sulit terurai.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...