7 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah memastikan subsidi energi untuk masyarakat tetap dipertahankan meski tengah menyiapkan program penggantian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan subsidi tetap menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat kecil tidak terbebani dalam proses transisi energi tersebut.
“Subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Meski subsidi dipertahankan, pemerintah mengklaim penggunaan CNG justru dapat menekan pengeluaran negara. Bahlil memperkirakan penggantian LPG 3 kg ke CNG berpotensi menghemat subsidi hingga 30 persen.
Penghematan itu dinilai mungkin terjadi karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG. Selama ini, sebagian besar bahan baku LPG berupa propane dan butane atau C3 dan C4 masih didatangkan dari luar negeri.
“Itu kan beda-beda tipis. Ini cuma yang diganti itu satunya LPG, satunya CNG. Kalau CNG itu tidak mengeluarkan devisa ke luar negeri, kalau LPG itu devisa ke luar negeri. Karena kita nggak punya bahan baku C3 dan C4,” kata Bahlil.
Pemerintah kini tengah menyiapkan skema distribusi dan harga jual CNG rumah tangga agar tetap terjangkau. Bahlil berharap harga CNG nantinya bisa lebih murah dibanding LPG 3 kg bersubsidi.
“Doakan (harganya) di bawah LPG 3 kg, ya. Minimal sama. Minimal sama,” ujarnya.
Selain menyiapkan skema subsidi, Kementerian ESDM juga sedang melakukan uji coba tabung CNG ukuran kecil yang dirancang menyerupai tabung LPG 3 kg. Pengembangan tabung tersebut dinilai penting karena karakteristik tekanan gas CNG berbeda jauh dengan LPG.
CNG memiliki tekanan sekitar 250 bar, sedangkan tekanan LPG hanya sekitar 5 sampai 10 bar. Perbedaan itu membuat pemerintah harus memastikan aspek keamanan tabung sebelum digunakan masyarakat luas.
Uji coba tabung kecil CNG diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Jika hasilnya dinyatakan aman dan layak, pemerintah membuka peluang konversi bertahap untuk kebutuhan rumah tangga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan implementasi awal CNG rumah tangga ditargetkan mulai berjalan tahun ini.
Tahap pertama akan difokuskan di kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke daerah lain.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini,” kata Laode.
Editor : Adi Permana
Rabu, 06 Mei 2026 10:57 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 11:44 WIB
Senin, 04 Mei 2026 18:25 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...