PDB Peternakan Tumbuh Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kementan Dorong Peternakan Nasional Makin Kuat

Pangannews.id

Jumat, 08 Mei 2026 18:25 WIB

news
PDB Peternakan Tumbuh Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kementan Dorong Peternakan Nasional Makin Kuat. (Foto: dok. Kementan)

PanganNews.id – Subsektor peternakan mencatat sejarah baru. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor peternakan triwulan I-2026 tumbuh 11,84 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) dan 25,41 persen secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q). Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah subsektor peternakan nasional dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Nilai PDB subsektor peternakan atas dasar harga konstan pada triwulan I-2026 tercatat mencapai Rp59,4 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,1 triliun.

Pertumbuhan tinggi ini didorong meningkatnya produksi dan permintaan domestik, terutama komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras selama momentum Idulfitri serta penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan capaian tersebut menunjukkan subsektor peternakan nasional semakin kuat dan menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

“Ini menjadi bukti bahwa subsektor peternakan mampu tumbuh kuat ketika produksi, distribusi, dan pasar bergerak bersama. Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, produksi harus ditingkatkan, peternak harus dijaga, dan pangan masyarakat harus aman,” ujar Agung di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, pertumbuhan tinggi subsektor peternakan tidak lepas dari berbagai langkah percepatan yang dilakukan pemerintah, mulai dari penguatan produksi, pengendalian penyakit hewan, stabilisasi distribusi, hingga pengembangan hilirisasi peternakan.

Agung menegaskan, meningkatnya permintaan produk peternakan menunjukkan konsumsi protein hewani masyarakat juga terus tumbuh. Hal ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi peternak di daerah.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak di lapangan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa subsektor peternakan memiliki daya tahan dan potensi yang sangat besar. Kinerja positif ini harus dijaga bersama melalui penguatan tata kelola, peningkatan produktivitas, dan penguatan kualitas SDM peternakan,” ujar Nuryani.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan subsektor peternakan pada triwulan I-2026 juga melampaui pertumbuhan sektor pertanian secara umum yang tercatat sebesar 4,97 persen secara tahunan.

Momentum pertumbuhan subsektor peternakan juga membuka peluang besar bagi peningkatan investasi, khususnya pengembangan sapi perah dan sapi pedaging untuk memperkuat produksi daging dan susu nasional.

Kementerian Pertanian menilai capaian ini menjadi indikator kuat bahwa subsektor peternakan semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat di berbagai daerah. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...