8 jam yang lalu
Pangannews.id - Meski harga beras di pasaran masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah Kota Bandung memastikan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyebut hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, ritel modern hingga gudang Perum Bulog menunjukkan ketersediaan beras masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat bantuan pangan bagi warga berpenghasilan rendah.
“Stok beras di Kota Bandung aman. Pemerintah juga terus melakukan langkah stabilisasi melalui bantuan pangan dan program daerah,” kata Gin Gin.
Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional saat ini tengah menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga di Kota Bandung. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras medium dan dua liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Di tingkat daerah, Pemkot Bandung menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton beras pada 2026. Sebagian cadangan tersebut akan digunakan untuk mendukung program ATM Beras bagi warga miskin.
Program itu menyasar 2.000 kepala keluarga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), namun belum menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Melalui program tersebut, penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras premium setiap bulan selama setahun melalui 20 unit ATM Beras.
Saat ini Kota Bandung memiliki 46 unit ATM Beras. Sebanyak 40 unit merupakan milik Pemerintah Kota Bandung, sedangkan enam unit lainnya dikelola Baznas Kota Bandung.
Sebanyak 26 unit ATM Beras di antaranya mendapat pasokan beras dari Baznas Kota Bandung dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.950 kepala keluarga.
Selain ATM Beras, DKPP juga menyiapkan Program Pangersa yang menyasar wilayah rentan rawan pangan dan stunting.
Program tersebut akan diberikan kepada 1.832 kepala keluarga miskin yang terdaftar di DTSEN di luar penerima BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Bantuan yang diberikan berupa lima kilogram beras premium, satu ekor ayam, satu kilogram ikan lele, satu kilogram telur, serta sayuran. Penyaluran dilakukan dua kali dalam setahun.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, DKPP juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 44 kali sepanjang 2026 di berbagai wilayah Kota Bandung.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah bahan pangan dengan harga lebih rendah, termasuk beras SPHP kemasan lima kilogram yang disediakan bekerja sama dengan Perum Bulog.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 09 Mei 2026 09:30 WIB
Sabtu, 09 Mei 2026 08:43 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 11:18 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...