Dasbor MBG Siap Dibuka, Publik Bisa Pantau Langsung Kualitas Menu dan Layanan

Pers Pangannews

10 jam yang lalu

news
Salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pangannews.id - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dibuka lebih transparan. Mulai Juni 2026, masyarakat disebut dapat memantau langsung kualitas layanan program tersebut melalui dasbor aplikasi “Reviu Menu MBG”.

Lewat sistem itu, publik nantinya bisa melihat berbagai laporan lapangan, mulai dari keterlambatan distribusi makanan, aroma makanan yang diterima penerima manfaat, hingga variasi menu yang disajikan setiap hari.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya mengatakan saat ini dasbor masih dalam tahap pengecekan internal sebelum dibuka untuk umum dalam dua pekan ke depan.

“Dua minggu ke depan masyarakat bisa melihat persentase keterlambatan pengantaran makanan, persentase aroma baik atau busuk yang dilaporkan di aplikasi,” kata Sony dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Langkah itu dilakukan di tengah kebutuhan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Selama ini, evaluasi kualitas makanan lebih banyak berada di lingkup internal penyelenggara.

Melalui aplikasi “Reviu MBG”, pemerintah melibatkan guru, ustadz, dan kepala posyandu sebagai penanggung jawab lapangan untuk memberikan penilaian harian terhadap makanan yang diterima siswa maupun penerima manfaat lainnya.

Ada empat aspek utama yang dipantau, yakni ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, serta variasi menu dibanding hari sebelumnya.

Variasi menu menjadi salah satu perhatian utama. BGN menilai pengulangan bahan makanan dengan olahan berbeda masih kerap terjadi di sejumlah dapur layanan MBG.

Sony mencontohkan menu telur yang terus diulang dengan bumbu berbeda dapat menjadi indikator minimnya variasi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau hari ini telur balado, besok telur rendang, lalu telur bumbu lain lagi, itu menandakan menunya tidak variatif,” ujarnya.

Data penilaian tersebut nantinya akan menjadi indikator kinerja masing-masing SPPG. Hasil evaluasi juga akan dipakai pemerintah untuk menilai kualitas layanan dapur MBG di daerah.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...