Sawah Retak dan Mengeras, Petani di Simeulue Gagal Masuk Musim Tanam

Pers Pangannews

11 jam yang lalu

news
Lahan persawahan mengering, mengeras, dan sulit diolah. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Musim kemarau yang berlangsung dalam sebulan terakhir mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Simeulue, Aceh. Sejumlah petani di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, terpaksa menunda masa tanam padi karena lahan persawahan mengering, mengeras, dan sulit diolah.

Retakan terlihat di sejumlah petak sawah yang biasanya mulai dipersiapkan untuk penanaman. Kondisi tersebut membuat petani tidak hanya kesulitan menanam, tetapi juga mengolah lahan sebagai tahap awal budidaya padi.

Marni (48), petani di Desa Lataling, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar satu bulan dan berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga.

"Kekeringan ini sudah terjadi satu bulan terakhir. Lahan persawahan kering dan retak sehingga untuk diolah saja sulit, apalagi ditanami padi," kata Marni, dikutip dari Antara.

Masa tanam yang semestinya sudah dimulai terpaksa ditunda hingga kondisi lahan kembali memungkinkan. Saat ini petani hanya bisa menunggu hujan turun agar sawah kembali memiliki cukup air.

Situasi tersebut kembali menyoroti persoalan klasik pertanian di sejumlah wilayah Simeulue yang masih sangat bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau datang lebih panjang, produktivitas sawah langsung terdampak karena minimnya infrastruktur pengairan.

Kepala Desa Lataling, Rajuin, mengatakan desa telah berulang kali mengusulkan pembangunan saluran irigasi yang lebih memadai untuk mendukung areal persawahan. Namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

Menurutnya, tanpa sistem irigasi yang memadai, petani tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu hujan.

"Lahan sawah kami di sini kalau ada hujan baru bisa diolah. Kalau kemarau, pengolahan terpaksa ditunda karena lahan mengering," ujarnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi upaya peningkatan produksi pangan daerah. Padahal, pemerintah daerah sebelumnya menargetkan Simeulue dapat berkembang menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Aceh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Kasirman, mengakui kekeringan juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya mengurangi dampaknya melalui bantuan pompa air dan pembangunan embung di beberapa kawasan hulu persawahan.

"Kami berupaya membantu petani mengatasi kekeringan areal persawahan di beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue," katanya.

Selain penanganan kekeringan, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan sektor pertanian, mulai dari peralatan pertanian modern hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi.

Meski demikian, bagi petani di lapangan, datangnya hujan masih menjadi faktor penentu agar musim tanam dapat segera dimulai. Selama sawah tetap kering dan mengeras, aktivitas pertanian terancam tertunda lebih lama, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi produksi padi pada musim panen mendatang.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...