Kurang Minum Air Putih Bisa Picu Tekanan Darah Naik

Pers Pangannews

12 jam yang lalu

news
Kurang minum air putih bisa picu tekanan darah naik. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Minum air putih yang cukup ternyata bukan hanya penting untuk mencegah dehidrasi, tetapi juga berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Bahkan, pada orang yang mengalami dehidrasi kronis, memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Dokter spesialis keluarga terverifikasi Jacinta Anyaoku, M.D., DABOM, menjelaskan bahwa saat tubuh mengalami dehidrasi, volume darah akan berkurang sehingga tekanan darah ikut menurun. Kondisi tersebut memicu tubuh mengaktifkan mekanisme kompensasi agar tekanan darah kembali naik.

"Ketika mengalami dehidrasi, tubuh akan menyempitkan pembuluh darah dan menahan natrium untuk meningkatkan tekanan darah," kata Anyaoku, dikutip dari Antara.

Jika dehidrasi terjadi berulang dalam jangka panjang, sistem kardiovaskular akan bekerja lebih keras untuk mempertahankan tekanan darah normal. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Sebaliknya, hidrasi yang baik membantu tubuh mempertahankan volume darah normal sehingga sirkulasi darah berjalan lebih lancar. Saat kebutuhan cairan terpenuhi, tubuh tidak lagi perlu mengaktifkan respons kompensasi tersebut sehingga pembuluh darah tetap lebih rileks dan tekanan darah cenderung lebih stabil.

"Ketika tubuh terhidrasi dengan baik, pembuluh darah dapat berada dalam kondisi lebih rileks sehingga tekanan darah ikut menurun," ujarnya.

Temuan tersebut juga didukung penelitian longitudinal yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health. Studi yang mengikuti responden selama sembilan tahun itu menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sedikitnya enam gelas air putih setiap hari memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya minum satu gelas atau kurang per hari.

Ahli gizi Patricia Kolesa, M.S., RDN, mengatakan tekanan darah tinggi dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetika, pola makan, aktivitas fisik, hingga gaya hidup. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan penderita hipertensi umumnya memiliki tingkat hidrasi yang lebih rendah.

"Dalam jangka panjang, peningkatan asupan cairan dapat membantu meningkatkan pembuangan natrium melalui urine, yang berkontribusi menurunkan tekanan darah," kata Kolesa.

Meski demikian, minum air putih tidak selalu menurunkan tekanan darah. Pada kondisi tertentu, seperti hipotensi ortostatik atau tekanan darah turun saat berdiri, mengonsumsi sekitar 300–500 mililiter air dengan cepat justru dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.

Efek tersebut terjadi karena volume darah meningkat dan sistem saraf simpatik ikut terangsang, sehingga pembuluh darah menyempit sesaat. Respons ini dinilai bermanfaat bagi penderita hipotensi ortostatik yang sering mengalami pusing saat berdiri.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...