2 jam yang lalu
Pangannews.id - Harga daging sapi di dalam negeri masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) pemerintah. Pada minggu pertama Agustus 2026, harga rata-rata nasional daging sapi mencapai Rp143.737 per kilogram, atau lebih tinggi dari HAP sebesar Rp140.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut salah satunya dikaitkan dengan meningkatnya biaya impor, terutama biaya logistik dan transportasi yang ikut terdorong kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kondisi itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi importir daging sapi. Kenaikan biaya membuat sebagian importir mulai mencari sumber pasokan dari negara lain dengan biaya pengadaan dan logistik yang lebih rendah.
"Jadi memang salah satunya faktor biayanya, biaya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang biayanya nggak terlalu mahal," ujar Budi di Jakarta, Rabu.
Di tengah kenaikan biaya tersebut, realisasi impor daging sapi juga masih rendah. Budi menyebut rata-rata realisasi baru sekitar 40 persen dari kuota yang telah diberikan pemerintah melalui neraca komoditas.
Pemerintah pun meminta importir segera merealisasikan kuota tersebut dengan mencari pemasok luar negeri yang menawarkan harga lebih kompetitif.
"Jadi kita minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," jelasnya.
Budi mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan pasokan daging sapi. Daging kerbau juga didorong sebagai salah satu alternatif karena harganya relatif lebih murah.
Selama ini, sebagian besar pasokan daging sapi berasal dari Australia. Namun pemerintah juga tengah mencoba mencari sumber pasokan dari sejumlah negara lain. Selain itu, pemerintah telah menyediakan kuota impor untuk daging kerbau.
"Kita sebenarnya ada ada beberapa pilihan ya, tapi memang selama ini kebanyakan dari Australia. Tapi kita sedang mencoba dari beberapa negara yang bisa memasok, termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga," kata Budi.
Realisasi impor daging kerbau, lanjut Budi, juga masih rendah. Pemerintah akan mendorong agar kuota impor daging sapi maupun kerbau segera terealisasi untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri.
Kondisi harga di tingkat nasional juga tercermin di sejumlah daerah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan terdapat 56 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi pada minggu pertama Agustus 2026.
Menurut Amalia, meski jumlah daerah tersebut relatif terbatas, terdapat daerah yang menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni harga daging sapi sudah berada di atas HAP dan masih mengalami kenaikan IPH.
Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi salah satu contohnya. Harga daging sapi di daerah tersebut tercatat 17,86 persen di atas HAP. Pada saat yang sama, IPH daging sapi masih meningkat 7,51 persen, dengan harga rata-rata mencapai Rp165.000 per kilogram.
Editor : Adi Permana
Selasa, 11 Agustus 2026 10:13 WIB
Selasa, 11 Agustus 2026 09:55 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 12:08 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...