Kementerian Pertanian memberikan Apresiasi Kepada Penyuluh Pertanian Berprestasi

Pers Pangannews

20 jam yang lalu

news
Mentan Andi Amran bersama penyuluh pertanian berprestasi.

Pangannews.id - Dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan penghargaan bagi Penyuluh Pertanian berprestasi salah satunya penghargaan bagi penyuluh pertanian dalam pembuatan video kreatif tahun 2026 dan Penyuluh Pertanian Teladan, Senin (17/8/2026). 

Kementerian Pertanian memberikan apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kreativitas, inovasi, dan kontribusi penyuluh dalam mendampingi petani serta mendukung pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terus menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai salah satu kekuatan utama dalam mengawal pembangunan pertanian dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan petani, penyuluh memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan dan program pembangunan pertanian dapat diterapkan secara efektif di lapangan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian target pembangunan pertanian.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar bentuk pengakuan atas prestasi individu, tetapi diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan menunjukkan kinerja terbaik. 

“Penghargaan ini bukan berarti penyuluh yang belum mendapatkan penghargaan tidak memiliki kemampuan. Justru ini harus menjadi motivasi agar seluruh penyuluh terus meningkatkan kapasitas dan berlomba menunjukkan kinerja terbaik,” ujar Eko.

Eko Nugroho menjelaskan, proses penilaian Penyuluh Pertanian Teladan dilakukan secara berjenjang. Peserta yang diusulkan dari daerah terlebih dahulu melalui proses seleksi di tingkat kecamatan dan kabupaten, kemudian hasilnya diteruskan ke tingkat pusat untuk dilakukan penilaian dan penjurian.

Tim pusat selanjutnya memproses hasil penilaian, menyusun berita acara, hingga mengusulkan penetapan pemenang yang kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan.

“SK tersebut menjadi bukti autentik bahwa para pemenang merupakan penyuluh terbaik yang berhasil menunjukkan kapasitas dan kemampuan di antara peserta dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Penghargaan Penyuluh Pertanian Teladan Tahun 2026 terbagi dalam tiga wilayah; Wilayah Barat, peringkat pertama diraih Sunaryo dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, disusul Ahmad Wahyudi, dari Kabupaten Bungo, Jambi sebagai peringkat kedua, dan IIm Rohimi, dari Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu sebagai peringkat ketiga.

Wilayah Tengah, peringkat pertama diraih Ketut Murtika, dari Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Peringkat kedua diraih Ribut Budiono, dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dan peringkat ketiga Agus Suyanto, dari Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Sementara Wilayah Timur, peringkat pertama diraih Pamuji, dari Kabupaten Buru, Maluku. Peringkat kedua diraih Fransina Pangrasia Nambangdop, dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dan peringkat ketiga Sri Kiki Rukiyah, dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Selain Penyuluh Pertanian Teladan, penghargaan juga diberikan kepada pemenang Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tahun 2026 yang terdiri atas delapan kategori.

Pada kategori Pendampingan Brigade Pangan pada Kegiatan OPLAH dan CSR, peringkat pertama diraih Maya Widyaningsih, dari Jawa Timur, disusul Jufri Boy Ijang, dari Kalimantan Utara dan Saddam Susilo Kariyanto, dari Jawa Timur.  

Kategori Pertanian Modern, Petani Makmur dimenangkan oleh Rifia Amalia Santi, dari Jawa Timur sebagai peringkat pertama, I Kadek Indra Guna, dari Bali sebagai peringkat kedua, dan BPP Kertoharjo dari Jawa Tengah sebagai peringkat ketiga.

Kategori Metode Pertanaman PM-AAS menempatkan Purwati, dari Jawa Timur sebagai peringkat pertama, BPP Bangorejo dari Jawa Timur sebagai peringkat kedua, dan Tuti Mauludiah, dari Kalimantan Barat sebagai peringkat ketiga.  

Untuk kategori Inovasi Teknologi Pertanian, peringkat pertama diraih Paryanto, dari Jawa Tengah, peringkat kedua Sar’ani dari Kalimantan Barat, dan peringkat ketiga Sukril Hamdi, dari Nusa Tenggara Barat.

Kategori Penumbuhan Petani Muda menempatkan Surahman, dari Sulawesi Selatan sebagai peringkat pertama, I Dewa Nyoman Darmayasa, dari Bali sebagai peringkat kedua, dan Hikmah Agustin, dari Jawa Tengah sebagai peringkat ketiga. 

Pada kategori Digitalisasi Pertanian Modern, peringkat pertama diraih Yekti Nunihartini, dari Jawa Tengah, peringkat kedua Panca Rahadi Mulyo, dari Jawa Timur, dan peringkat ketiga diraih Ridho Amanda bersama tim dari Bengkulu.

Kategori Pengawalan Pupuk Bersubsidi menempatkan Putri Gustini, dan Yeni R. Surenggani, dari Jawa Barat sebagai peringkat pertama, Inayati Zakiyatun Husna, dari Jawa Barat sebagai peringkat kedua, dan Tati Haryati, dari Kalimantan Barat sebagai peringkat ketiga. 

Sementara itu, kategori terakhir yaitu Inovasi Metode Penyuluhan, peringkat pertama diraih BPP Marsuditani Kecamatan Garung dan BPP Angestitani Kecamatan Kejajar dari Jawa Tengah, peringkat kedua Samsul Huda, dari Riau, dan peringkat ketiga Antonio Maithomi, dari Sumatera Barat.

Mereka diharapkan menjadi sumber inspirasi, agen pembelajaran, sekaligus penggerak bagi penyuluh lainnya.

Pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh perlu ditularkan agar semakin banyak penyuluh yang mampu meningkatkan kapasitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada petani.

Melalui penghargaan ini, para penyuluh berprestasi diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus pencetak generasi penyuluh berikutnya, sehingga prestasi individu dapat berkembang menjadi kekuatan kolektif dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang produktif, modern, dan berkelanjutan. (*/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...