Gerakan Tanam Serempak 70.000 Hektare, Polbangtan Kementan Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pers Pangannews

3 jam yang lalu

news
Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. (Foto : Polbangtan Bogor)

Pangannews.id - Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Gerakan tersebut diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) sebagai bagian dari langkah konkret mempercepat peningkatan produksi pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.

Untuk wilayah Provinsi Jambi, pusat kegiatan Gerakan Tanam Serempak dilaksanakan di Lokasi Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 di Desa Olak, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pengolahan lahan dan penanaman pada lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, perguruan tinggi, dan petani.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, hadir secara langsung di Desa Olak untuk mengikuti rangkaian kegiatan Gerakan Tanam Serempak tersebut pada Senin (31/8).

Kehadiran Polbangtan Bogor menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi vokasi pertanian dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia pertanian dan percepatan pembangunan pertanian di daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan nasional.

“Kita harus bergerak cepat. Lahan yang sudah tersedia harus segera diolah dan ditanami. Gerakan tanam serempak ini merupakan bentuk kerja bersama untuk memastikan produksi pangan terus meningkat dan swasembada pangan dapat kita wujudkan secara berkelanjutan,” ujar Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program peningkatan produksi pangan.

“Gerakan tanam serempak bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana kita membangun gerakan bersama. Petani harus mendapatkan pendampingan, dukungan teknologi, dan penguatan kapasitas agar lahan yang telah disiapkan dapat memberikan produktivitas yang optimal,” ungkap Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan pertanian nasional.

“Pendidikan vokasi pertanian harus hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya belajar mengenai pertanian di ruang kelas, tetapi juga perlu memahami dinamika dan kebutuhan petani di lapangan,” jelas Amin.

Di Desa Olak, kegiatan Gerakan Tanam Serempak turut dihadiri berbagai unsur lintas sektoral dan pemangku kepentingan daerah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam mengawal percepatan pengolahan lahan dan tanam.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan bahwa Gerakan Tanam Serempak menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat pembangunan pertanian di tingkat tapak.

“Kami dari Polbangtan Bogor siap mendukung program Kementerian Pertanian. Kehadiran kami di lapangan merupakan bagian dari komitmen untuk ikut mengawal program pembangunan pertanian, sekaligus memastikan pendidikan vokasi pertanian memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan nyata petani,” kata Yoyon.

Ia menambahkan, keberadaan lahan Cetak Sawah Rakyat harus diikuti dengan pengelolaan yang optimal, mulai dari percepatan tanam, penerapan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga pendampingan secara berkelanjutan.

“Yang paling penting bukan hanya mencetak sawah, tetapi memastikan sawah tersebut produktif dan memberikan manfaat bagi petani. Karena itu, sinergi dan pendampingan harus terus dilakukan agar produktivitas lahan dapat meningkat,” lanjutnya.

Gerakan Tanam Serempak di Desa Olak sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, perguruan tinggi, penyuluh, serta petani dalam mengawal ketahanan pangan dari tingkat daerah.

Melalui optimalisasi lahan Cetak Sawah Rakyat dan percepatan tanam, pemerintah berharap produktivitas pertanian di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Batanghari, dapat terus meningkat.

Gerakan tersebut juga menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan sekadar target produksi, melainkan sebuah gerakan bersama yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen pertanian.
 
Dari Desa Olak, semangat itu terus digelorakan: lahan siap, petani bergerak, tanam serempak, produksi meningkat, dan swasembada pangan berkelanjutan menjadi tujuan bersama. (wsd*/Adv)

Kolom Komentar

You must login to comment...