Hadapi Pakan Terbatas, Peternak Muting Didorong Kembangkan Rumput Gama Umami

Pers Pangannews

5 jam yang lalu

news
Rumput Gama Umami atau Pennisetum purpureum Var Gama Umami.

Pangannews.id - Ketersediaan pakan menjadi salah satu kendala peternak di Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selama ini, peternak terutama mengandalkan sistem umbaran dengan melepas ternak untuk mencari pakan di area penggembalaan.

Kondisi tersebut mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sumber hijauan pakan melalui penanaman rumput Gama Umami. Langkah awal dilakukan dengan membuat lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) di Kampung Boewer, Distrik Elikobel.

Ketua TEP 1 UGM Chandra Setyawan mengatakan peternakan menjadi salah satu potensi yang dikembangkan di kawasan transmigrasi Muting. Masyarakat setempat telah lama memelihara sapi dan ayam, dengan dukungan lahan yang masih cukup luas untuk penggembalaan maupun pengembangan sumber pakan.

Untuk sapi potong, sebagian besar peternak memeliharanya secara individual dengan jumlah sekitar 3–4 ekor. Sapi Bali menjadi jenis yang banyak dipelihara masyarakat.

“Ketersediaan dan kontinuitas pakan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan peternakan di Muting,” kata Chandra, dikutip dari laman resmi UGM.

TEP 1 UGM kemudian menentukan Kampung Boewer sebagai lokasi percontohan karena memiliki populasi ternak yang cukup besar serta kelompok peternak yang aktif.

Anggota TEP 1 UGM yang berfokus pada bidang peternakan, Fariz Jordan Fadillah, mengatakan penanaman rumput Gama Umami dilakukan pada awal September. Demplot tersebut digunakan untuk memperkenalkan sekaligus memperagakan pemanfaatan rumput tersebut sebagai sumber hijauan pakan ternak.

“Pengembangan Gama Umami tidak hanya diarahkan pada penanaman rumput, tetapi juga bagaimana pakan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan dan mudah dimanfaatkan oleh peternak,” ujarnya.

Gama Umami atau Pennisetum purpureum Var Gama Umami merupakan jenis rumput unggul yang dikembangkan tim peneliti Fakultas Peternakan UGM yang diketuai Prof. Nafiatul Umami. Rumput tersebut merupakan hasil mutasi rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang diradiasi dengan sinar gamma.

Rumput Gama Umami memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan rumput gajah lokal dengan masa panen hingga enam kali dalam setahun.

Demplot tersebut selanjutnya akan dikembangkan melalui konsep Bank Pakan Ternak. Konsep ini ditujukan sebagai sistem penyediaan dan penyimpanan cadangan pakan yang dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan di lapangan menurun.

Menurut Fariz, pengembangan sumber pakan secara kolektif dapat memberikan alternatif bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan tanpa sepenuhnya bergantung pada rumput alami di area penggembalaan.

“Sumber pakan yang ditanam dan dikelola secara kolektif oleh kelompok peternak, masyarakat memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak tanpa sepenuhnya mengandalkan ketersediaan rumput alami di lahan penggembalaan,” jelasnya.

Pengembangan Gama Umami dan Bank Pakan Ternak tersebut menjadi bagian dari pendekatan ekonomi hijau yang dikembangkan TEP 1 UGM di Kawasan Transmigrasi Muting. Pendekatan itu mencakup pengelolaan sumber daya lahan, air, dan pakan secara berkelanjutan.

TEP 1 UGM berharap demplot Gama Umami dapat menjadi model yang bisa diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di lahan lain di sekitar kampung.

“Ke depan, pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pakan bagi peternak lokal, meningkatkan produktivitas peternakan di Kawasan Transmigrasi Muting, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan di wilayah tersebut,” pungkas Fariz.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...