Olah Limbah Biji Karet Jadi Pangan, Guru Bengkalis Tembus 10 Besar DPD RI Award

Pers Pangannews

3 jam yang lalu

news
Pemanfaatan limbah biji karet (Hevea brasiliensis) menjadi produk makanan. (Foto : Diskominfotik Kab. Bengkalis)

Pangannews.id - Dewi Melinda, guru IPS SMPN 1 Bantan asal Desa Berancah, Kabupaten Bengkalis, Riau, berhasil masuk 10 besar DPD RI Award 2026. Ia bersaing dalam kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan bidang ketahanan pangan.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Bengkalis, Dewi membawa inovasi pemanfaatan biji karet atau Hevea brasiliensis yang selama ini menjadi limbah. Melalui inovasi bertajuk "Inovasi Pangan Biji Getah", biji karet diolah menjadi produk makanan baru yang memiliki nilai ekonomi.

Lolosnya Dewi ke babak 10 besar membuat persaingan penghargaan yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu memasuki tahap penentuan.

Pada tahap berikutnya, Dewi akan menjalani presentasi dan wawancara mendalam di hadapan Dewan Juri Independen DPD RI. Penilaian tersebut akan menguji ketahanan sekaligus keberlanjutan inovasi yang dikembangkannya.

Persaingan tahun ini cukup ketat. Sebanyak 1.112 peserta dari berbagai daerah di Indonesia tercatat mendaftar dalam ajang tersebut. Rangkaian penilaian kemudian dilakukan untuk menyaring inovasi yang dinilai memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Dewi sendiri memiliki rekam jejak dalam riset pangan lokal dan pemberdayaan warga. Ia disebut telah meraih berbagai penghargaan riset di tingkat nasional hingga internasional.

Setelah seluruh proses wawancara selesai, Sekretariat Jenderal DPD RI akan menggelar Malam Penganugerahan. Tahapan tersebut sekaligus menjadi bagian akhir dari proses penyaringan untuk menentukan tiga besar.

Masyarakat Riau berharap inovasi pemanfaatan limbah biji getah yang dikembangkan Dewi dari Bengkalis tersebut dapat membawa nama daerah ke panggung nasional.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...