1 jam yang lalu
Pangannews.id – Produk perikanan Kalimantan Timur (Kaltim) terus merambah pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, komoditas perikanan dari daerah tersebut telah dikirim ke delapan negara dengan total volume ekspor mencapai 1.958,01 ton.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim mencatat akumulasi nilai devisa dari ekspor tersebut mencapai Rp345,85 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSP) DKP Kaltim Irma Listiawati mengatakan capaian tersebut menunjukkan produk perikanan daerah memiliki permintaan di pasar global.
“Pencapaian ini menunjukkan tren yang positif dan membuktikan tingginya permintaan pasar global terhadap kualitas produk hasil perikanan kita,” ujar Irma, dikutip dari Antara.
Pasar ekspor produk perikanan Kaltim tersebar di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika Utara. Delapan negara yang menjadi tujuan utama adalah Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Inggris.
Dari berbagai komoditas yang dikirim, udang menjadi salah satu penopang utama kinerja ekspor. Produk yang mendominasi antara lain udang windu beku, udang pink beku, dan udang putih beku.
Ekspor juga berasal dari ikan laut segar bernilai ekonomis tinggi, seperti bawal segar dan kerapu segar.
Khusus pada Agustus 2026, DKP Kaltim mencatat tambahan ekspor kepiting hidup sebanyak 55,31 ton dengan nilai Rp8,31 miliar.
Sementara itu, volume ekspor tertinggi dalam delapan bulan pertama tahun ini terjadi pada April. Pada bulan tersebut, pengiriman produk perikanan Kaltim mencapai 312,17 ton dengan nilai Rp56,42 miliar.
Di tengah perluasan pasar tersebut, DKP Kaltim terus mendorong pelaku usaha perikanan menjaga kualitas produk agar dapat memenuhi standar pasar internasional.
Irma mengatakan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha akan terus dilakukan untuk memastikan standar mutu global tetap dipenuhi.
“Konsistensi dalam menjaga standar kualitas ini menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing ekspor, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya lokal,” ujar Irma.
Editor : Adi Permana
Kamis, 10 September 2026 13:26 WIB
Selasa, 08 September 2026 11:07 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...