MinyaKita Mahal di Natuna, Bulog Datangkan Pasokan Langsung dari Jakarta

Pers Pangannews

11 jam yang lalu

news
Harga minyak goreng subsidi di sejumlah tempat di Kabupaten Natuna masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

Pangannews.id - Harga minyak goreng subsidi di sejumlah tempat di Kabupaten Natuna masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Untuk menambah ketersediaan dan menekan harga, Perum Bulog Natuna menyiapkan pasokan 96.252 liter MinyaKita.

Pasokan tersebut dikirim langsung dari Jakarta menggunakan transportasi laut dan diperkirakan tiba di Natuna pada 17 September 2026.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan, pengiriman langsung dari Jakarta dilakukan untuk menambah pasokan di daerah perbatasan tersebut.

“Selama ini kita ambil dari Tanjungpinang, itu pun kalau ada lebih. Sekarang sudah langsung dari Jakarta,” kata Pencius, dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, tambahan pasokan dibutuhkan karena stok minyak goreng yang dijual sesuai HET masih terbatas. Kondisi itu turut menyebabkan harga minyak goreng di sejumlah tempat di Natuna menjadi tinggi.

Dengan tambahan pasokan tersebut, stok MinyaKita Bulog diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Natuna selama sekitar dua bulan.

Bulog selanjutnya menyiapkan pola distribusi agar minyak goreng tersebut dapat menjangkau masyarakat. Penyaluran dilakukan melalui pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) serta pasar di luar SP2KP.

MinyaKita juga akan didistribusikan melalui jaringan mitra Bulog, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kabupaten Natuna dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Pencius menegaskan, MinyaKita yang disalurkan Bulog akan dijual dengan harga paling tinggi Rp15.700 per liter.

Di sisi lain, MinyaKita dengan merek yang sama telah beredar di Natuna melalui pedagang lain. Namun, harga jualnya disebut mencapai Rp17.500 per liter atau berada di atas HET.

“Minyak dari Perum Bulog tidak boleh dijual dengan harga di atas HET,” ujar Pencius.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...