5 jam yang lalu
Pangannews.id - Memasuki tahun akademik 2026/2027, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menggelar Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) bagi mahasiswa baru.
Kegiatan yang berlangsung secara intensif pada 20–29 Agustus 2026 ini menjadi tahap awal pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa korsa, serta kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pendidikan tinggi vokasi pertanian.
MABIDAMA diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Polbangtan Bogor Tahun Akademik 2026/2027 yang berasal dari Kampus Cibalagung dan Kampus Cinagara.
Selama sepuluh hari, mahasiswa mendapatkan pembinaan secara terstruktur melalui berbagai kegiatan akademik, ketarunaan, fisik, mental, kerohanian, kepemimpinan, hingga kerja sama tim.
Berbeda dengan kegiatan pengenalan mahasiswa baru pada umumnya, MABIDAMA dirancang sebagai proses pembinaan awal yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga dipersiapkan untuk memahami nilai-nilai ketarunaan, etika akademik, integritas, tanggung jawab, serta karakter yang dibutuhkan sebagai insan pertanian profesional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mempunyai karakter kuat, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian.
“Pertanian membutuhkan generasi muda yang berani, disiplin, kompeten, dan memiliki integritas. Karena itu, pendidikan vokasi pertanian harus mampu membentuk mahasiswa menjadi SDM yang siap bekerja, siap berinovasi, dan siap turun langsung menjawab tantangan pertanian di lapangan,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan MABIDAMA menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa sejak awal memasuki pendidikan vokasi pertanian.
“Kami ingin mahasiswa sejak awal memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab besar sebagai generasi penerus pembangunan pertanian. Karena itu, mereka harus memiliki mental yang kuat, mampu bekerja dalam tim, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan pertanian Indonesia,” katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang berbeda karena mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan kompetensi secara langsung. Menurutnya, proses pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan.
MABIDAMA juga menjadi momentum untuk menyatukan mahasiswa baru dari dua kampus Polbangtan Bogor, yakni Cibalagung dan Cinagara. Melalui kegiatan dinamika kelompok dan berbagai penugasan bersama, mahasiswa didorong untuk membangun komunikasi, solidaritas, kepedulian, serta rasa kekeluargaan tanpa membedakan asal kampus.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan MABIDAMA merupakan langkah pertama mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan sebagai mahasiswa pendidikan vokasi pertanian.
“Kami ingin mahasiswa baru memahami bahwa ketika mereka memilih Polbangtan Bogor, mereka bukan hanya memilih tempat untuk mendapatkan ijazah. Mereka sedang mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi yang akan berkontribusi langsung terhadap pembangunan pertanian Indonesia,” tutur Yoyon.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu nilai penting yang harus dimiliki mahasiswa.
“Disiplin bukan berarti membatasi mahasiswa, tetapi membentuk kebiasaan positif. Mahasiswa harus belajar mengelola waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, mampu bekerja sama, menghargai orang lain, dan memiliki integritas. Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi bekal mereka ketika terjun ke masyarakat dan dunia kerja,” jelasnya.
Menurut Yoyon, MABIDAMA juga diharapkan mampu membangun rasa kebersamaan di antara mahasiswa baru.
“Mereka datang dari latar belakang yang berbeda dan dari dua kampus yang berbeda. Melalui MABIDAMA, kami ingin membangun satu keluarga besar mahasiswa Polbangtan Bogor. Mereka belajar bersama, berproses bersama, dan nantinya diharapkan tumbuh menjadi generasi pertanian yang saling mendukung,” katanya.
Sejumlah materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan, pengenalan kehidupan kampus, serta wawasan mengenai dunia pertanian modern. Mahasiswa juga mengikuti pelatihan fisik, baris-berbaris, simulasi ketarunaan, pembinaan kerohanian, dinamika kelompok, hingga penugasan terstruktur yang menumbuhkan kemampuan bekerjasama dan bertanggung jawab.
Seluruh kegiatan mendapatkan pengawasan dan pendampingan dari panitia serta unsur pembina untuk memastikan pelaksanaan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan tata tertib institusi.
Bagi mahasiswa baru, sepuluh hari MABIDAMA menjadi pengalaman pertama untuk beradaptasi dengan pola pendidikan vokasi yang menuntut kedisiplinan dan intensitas praktik yang tinggi.
Lebih dari sekadar kegiatan penyambutan, MABIDAMA menjadi “gerbang pertama” perjalanan mahasiswa Polbangtan Bogor untuk menempa diri menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian.
Dari kampus, mereka dipersiapkan. Dari praktik dan pengalaman, mereka ditempa. Dan dari sanalah diharapkan lahir generasi muda pertanian yang siap menjaga keberlanjutan pangan Indonesia. (wsd*/Adv)
You must login to comment...
Be the first comment...