17 jam yang lalu
Pangannews.id - Harga sejumlah bahan pangan menjadi pendorong kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah pada minggu ketiga September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH mencapai 319 wilayah.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 314 kabupaten/kota. Angkanya juga naik cukup jauh dibandingkan minggu keempat Agustus yang hanya mencatat 242 kabupaten/kota.
"Minggu ketiga September 2026 terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami kenaikan, yaitu menjadi 319 kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami peningkatan," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Kenaikan IPH paling tinggi terjadi di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sulawesi Utara mencatat kenaikan sebesar 12,45 persen, sedangkan Gorontalo mencapai 10,25 persen.
Ateng menyebut kenaikan di kedua provinsi tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan beras.
Tekanan harga juga terlihat di Maluku Utara dengan kenaikan IPH sebesar 5,53 persen dan Sulawesi Tengah sebesar 4,92 persen. Sementara Sulawesi Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur mencatat kenaikan pada kisaran 3 hingga 5,5 persen.
Komoditas yang ikut mendorong kenaikan IPH di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Pada tingkat kabupaten/kota, sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo mencatat kenaikan IPH yang cukup tinggi. Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, misalnya, mengalami kenaikan IPH sebesar 15,71 persen.
Di Sulawesi Utara, kenaikan dua digit tercatat di Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Bitung, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Di tengah kenaikan tersebut, masih terdapat wilayah dengan perubahan IPH yang relatif rendah. BPS mencatat perubahan IPH di sejumlah wilayah seperti Papua, Papua Barat, hingga Maluku berada di bawah 1 persen.
"Walaupun demikian, ada beberapa wilayah yang perubahan IPH-nya itu di bawah 1 persen, yaitu di Papua, Papua Barat sampai dengan di Maluku," ujar Ateng.
Edito : Adi Permana
Rabu, 16 September 2026 19:18 WIB
Senin, 14 September 2026 11:33 WIB
Sabtu, 12 September 2026 10:59 WIB
Sabtu, 12 September 2026 10:19 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...