12 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah menyiapkan model baru pengelolaan pelabuhan perikanan dengan mengembangkan empat lokasi menjadi pelabuhan modern terintegrasi. Setelah Cirebon dan Pengambengan di Jembrana, Bali, konsep serupa akan diterapkan di Cilacap, Jawa Tengah, dan Bitung, Sulawesi Utara.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pelabuhan-pelabuhan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendaratan ikan. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai pusat bisnis hasil tangkapan sekaligus pintu bagi kegiatan ekspor produk perikanan.
"Setelah ini nanti kita akan lakukan hal yang sama di Cilacap, kemudian Bitung. Jadi ada empat pelabuhan yang kita akan tingkatkan menjadi pelabuhan modern, international fish market kira-kira begitu," ujar Trenggono di Jembrana, Bali, Selasa (29/9/2026).
Empat lokasi itu akan menjadi proyek percontohan sebelum konsep yang sama diterapkan lebih luas. Trenggono mengatakan pendekatan modeling juga diterapkan pemerintah dalam sejumlah program lain di sektor kelautan dan perikanan.
"Kalau ini sudah dari empat titik itu sudah kita bangun, kita akan monitor. Sama seperti yang biasa kami lakukan, baik itu pembangunan kampung nelayan merah putih, baik itu pembuatan mini RAS, baik itu pembangunan integrated shrimp farm dan lain sebagainya, itu selalu kita buat modeling," katanya.
Menurut Trenggono, hasil dari empat lokasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk membangun kekuatan ekonomi baru di sektor kelautan dan perikanan.
Pemilihan lokasi juga disesuaikan dengan karakteristik dan potensi perikanan di masing-masing wilayah. Untuk kawasan selatan Indonesia, pemerintah memilih Pengambengan di Bali dan Cilacap yang berada di jalur penangkapan ikan di Laut Hindia.
Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi tuna sirip biru dan cumi-cumi. "Kalau mewakili Indonesia, jalur 573 itu jalur Laut Hindia yang potensi tuna sirip birunya besar, lalu kemudian cuminya juga besar, maka dua pelabuhan yang kita bikin, yang pertama di sini, yang kedua di Cilacap," ujar Trenggono.
Sementara itu, Cirebon dipilih untuk mewakili kawasan Pantai Utara Jawa. Selain memiliki potensi cumi-cumi, daerah tersebut juga memiliki sejarah ekspor perikanan.
"Lalu kemudian yang di Pantai Utara, itu juga banyak sekali cumi, itu di Cirebon. Dari Cirebon, karena Cirebon juga pertama punya sejarah ekspor yang paling besar di sana, jadi kita kembangkan," kata dia.
Untuk wilayah Indonesia Timur, Bitung menjadi lokasi yang dipilih pemerintah. Adapun satu lokasi lainnya, yakni Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, masih dalam tahap kajian.
"Berikutnya yang di Indonesia Timur. Indonesia Timur itu di Bitung. Nanti sebetulnya satu lagi di Belawan ya, tapi sedang kita studi dulu Belawan seperti apa," ujar Trenggono.
Editor : Adi Permana
Minggu, 27 September 2026 15:54 WIB
Selasa, 22 September 2026 12:10 WIB
Kamis, 17 September 2026 17:40 WIB
Selasa, 15 September 2026 19:43 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...