Alpukat Cipedak, Buah Unggul Lokal Asal Jakarta

Pangannews.id

Senin, 05 Desember 2022 12:38 WIB

news
Foto : Alpukat Cipedak asal Jakarta.

PanganNews.id Jakarta - Alpukat menjadi salah satu buah paling digemari semua kalangan. Selain rasa, khasiat dari buah tersebut sering kali menjadi alasan utama alpukat banyak dicari. Sebut saja, menurunkan kolesterol hingga merawat kesehatan kulit.

Alpukat mempunyai daging buah yang kuning seperti mentega serta rasa legit dan manis itulah salah satu keistimewaan buah alpukat. Selain rasanya yang enak, keistimewaan lainnya dari alpukat karena mengandung lemak 20-30 kali lebih banyak dibanding buah-buah lainnya. Kandungan lemaknya dapat memberikan energi yang cukup ketika dikonsumsi. Lemaknya aman karena termasuk lemak tak jenuh yang mudah dicerna dan berguna bagi tubuh.Buah yang memiliki nama latin Persea americana ini, berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Lazimnya, tanaman alpukat tumbuh hingga mencapai mencapai 20 meter. 

Salah satu varietas alpukat yang belakangan ini mulai popular dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah alpukat cipedak. Penyebutan varietas alpukat ini diambil dari nama sebuah kelurahan di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yakni Cipedak. Keunggulan varietas alpukat cipedak adalah masa berbuahnya yang produktif, memiliki tekstur daging yang legit dan manis 

Alpukat Cipedak memiliki ciri-ciri bentuk daun bulat memanjang, warna daun hijau tua, bentuk ujung daun runcing, tepi daun rata, permukaan daun licin, ukuran daun panjang 20 cm dan lebar 9 cm. Tinggi tanaman 6 meter, bentuk batang bulat, warna batang abu-abu hitam, bentuk percabangan mendatar, warna bunga putih kekuningan, bentuk buah lonjong, berat per buah antara 500-600 gr, kulit buah masak hijau, licin berbintik, tipis, warna daging buah kuning dan rasanya pulen, gurih dan legit.

Cara penanamannya pun sederhana. Izay, penangkar benih alpukat mengatakan, cukup membuat galian lubang dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. lalu pisahkan lapisan tanah atas dan bawah. Lapisan tanah atas diaduk dengan pupuk kendang, setelah itu, isi lubang tanam dengan sebagian tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang. Kemudian, masukkan benih alpukat cipedak, usahakan berada di tengah, tidak terlalu ke dalam maupun terlalu ke atas, lepaskan polybag pada benih tanaman tanpa merusak akar, setelah itu, sisa campuran tanah dan pupuk kandang bisa dimasukkan setelahnya.

Izay menyarankan untuk memberikan tiang penyangga pada benih tanaman. Tujuannya, menyangga tanaman dari terpaan angin, terakhir, pastikan benih tanaman alpukat disiram setiap hari pada tiga bulan pertama, tentu itu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika hujan, volume airnya bisa dikurangi.

Kontributor : Ircham Riyadi


Kolom Komentar

You must login to comment...