Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan 'Biosaka', Petani Bojonegoro Raup Cuan

Jurnalis Pangannews

Rabu, 31 Mei 2023 08:23 WIB

news
Biosaka terdiri dari bahan elisitor yang berasal dari rumput-rumputan tertentu yang diremas-remas secara memutar.Biosaka terdiri dari bahan elisitor yang berasal dari rumput-rumputan tertentu yang diremas-remas secara memutar. (banyuurip.com)

PanganNews.id, Bojonegoro- Petani bernama Mujianto dari Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil meraih hasil panen padi sebesar Rp32 juta.

Keberhasilan ini didukung oleh penerapan teknologi ramah lingkungan yang disebut Biosaka.

Biosaka mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen dan memulihkan tingkat kesuburan tanah.

Sebelum menggunakan Biosaka, Mujianto menyatakan, biasanya mendapatkan hasil panen sekitar Rp21 juta dari 5 ton padi dengan menggunakan bahan kimia.

Namun, setelah menggunakan bahan organik dari teknik biosaka, ia berhasil menghasilkan panen senilai Rp32 juta dengan berat lebih dari 6 ton.

"Saya memiliki lahan seluas 0,75 hektar yang ditanami padi," katanya, Rabu 31 Mei 2023.

Selain itu, kata Mujianto, penggunaan Biosaka mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil panen, sehingga melanjutkan penggunaannya pada periode tanam kedua.

Adapun, pada tanaman padi jenis Inpari 48 yang di tanam, tidak menggunakan insektisida. Namun, untuk mengatasi penyakit jamur, masih menggunakan fungisida berbahan kimia.

Mujianto juga menerapkan Biosaka pada tanaman kacang tanah di ladang seluas 0,5 hektar.

Hasilnya juga mengesankan karena tidak lagi menggunakan pupuk kimia, insektisida, dan fungisida kimia. 

"Mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan biosaka melalui studi banding di Blitar yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro," bebernya.

Biosaka merupakan teknologi baru di bidang pertanian yang bukan pupuk atau pestisida, tetapi termasuk dalam kategori elisitor.

Fungsinya adalah mengirimkan sinyal atau gelombang-gelombang yang baik pada tanaman untuk tumbuh dan berkembang lebih baik.

Selain itu, biosaka juga dapat menarik musuh alami untuk melindungi tanaman.

Dengan menggunakan Biosaka, biaya produksi dapat ditekan lebih rendah, sehingga pertanian menjadi lebih terjangkau dan ramah lingkungan. Biosaka terdiri dari bahan elisitor yang berasal dari rumput-rumputan tertentu yang diremas-remas secara memutar.

Sebab itu, penggunaan Biosaka dianggap ramah lingkungan dan sesuai dengan makna biosaka itu sendiri, yaitu 'Selamatkan Alam Kembali ke Alam'.

Penulis : Ajat Nicko
Editor : Ryan Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...