Minggu, 06 Agustus 2023 15:31 WIB
PanganNews.id, BANGKALAN- Kabupaten Bangkalan memiliki potensi ternak yang cukup melimpah, namun belum ada hewan yang ditetapkan sebagai hewan endemik.
Dinas Peternakan telah menyiapkan dua hewan sebagai hewan endemik, yaitu itik dabung dan kambing pote (putih).
Sayangnya, penelitian untuk itik dabung masih dalam proses pematenan dan terkendala anggaran sebesar Rp 150 juta.
Kabid Pembibitan Pakan dan Produksi Peternakan (P4) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Suba’i mengatakan, penetapan hewan endemik masih proses penyusunan. Pihaknya telah mempersiapkan dua hewan yang akan dijadikan hewan endemik.
Yakni, itik dabung dan kambing pote (putih).
”Kami sudah lama mengantongi dua hewan ini,” katanya Kamis 3 Agustus 2023 kemarin.
Semula pihaknya telah mengajukan itik dabung ke Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) untuk dilakukan penelitian.
Namun, hasilnya dinilai kurang memuaskan. Dengan begitu, penelitian untuk itik dabung itu masih dilakukan pengajuan penelitian ulang.
”Masih proses pematenan. Balitbangda dan kami sedang ke provinsi dalam hal ini,” bebernya.
Pematenan hewan endemik ini terkendala anggaran untuk penelitian. Kurang lebih nominal anggaran penelitian Rp 150 juta. Hal itu untuk menghasilkan genetika hewan terkait secara sistem hasil laboratorium.
”Kami hanya mengajukan, yang punya anggaran itu balitbangda untuk membayar kampus teknik,” jelasnya.
Dia mengakui itik dabung masih terkendala hasil uji laboratorium. Pihaknya telah merencanakan kambing pote (putih) untuk ditetapkan menjadi sumber daya genetik hewan (SDGH) berdasar penelitian mahasiswa Universitas Brawijaya (UB).
Saat ini sedang penyusunan proposal ke Kementerian Pertanian.
”Alhamdulillah kami dibantu UB untuk hasil penelitian kambing pote yang ternyata benar asli Bangkalan. Insyaallah tahun depan sudah bisa ditetapkan,” tutup dia.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
10 jam yang lalu
Senin, 11 Mei 2026 11:25 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 12:24 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 10:21 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...