Melihat Sedekah Laut ala Nelayan Tegal

Jurnalis Pangannews

Kamis, 10 Agustus 2023 11:00 WIB

news
Ratusan Nelayan Tegal melakukan tradisi sedekah laut di Laut Jawa (DPRD Kota Tegal)

PanganNews.id, Tegal - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melarung ratusan nelayan untuk sesaji 7 ancak di Laut Jawa dalam kegiatan tradisi Sedekah Laut, Minggu 8 Agustus 2023. 

Walikota Tegal Dedy Yon Supriono menyebut, tradisi Sedekah Laut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah. Selain itu tradisi tersebut juga menjadi ritual tolak bala agar para nelayan selamat dalam melaut untuk mencari nafkah.

Sesampai di tengah laut, para nelayan kemudian melarung sebuah kapal kecil lengkap dengan sesaji yang berisi  potongan kepala kerbau serta sesaji lain. Tradisi sedekah laut dibuka olehnya di KUD Karyamina Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal disaksikan ribuan nelayan.

“Saya merasa senang karena tahun ini kita sudah bisa mengadakan sedekah laut dengan meriah seperti beberapa tahun yang lalu. Namun tentu kita harus ingat bahwa makna sedekah laut adalah sebuah ungkapan rasa syukur dan doa agar Tuhan Yang Maha Esa selalu bermurah hati dan memberkahi kita, khususnya para nelayan,” kata Dedy. 

Menurutnya, tradisi Sedekah Laut merupakan pesta rakyat bagi warga Tegalsari dan Muarareja, bahkan warga Kota Tegal lainnya, ikut merayakan, dan menyaksikan upacara adat yang digelar setiap satu tahun sekali.

Dedy Yon berharap, semoga nantinya generasi ke depan akan selalu mendukung kelestarian budaya dengan ikut melaksanakan dan mengedukasi diri bahwa tradisi tersebut perlu dilestarikan.

Ketua Panitia Penyelenggara Sedekah Laut Kota Tegal, Santoso juga menyampaikan bahwa sedekah laut ini juga sebagai wadah untuk menggali kembali nilai-nilai budaya sekaligus mengumumkan kepribadian sebagai warga negara karena sedekah laut merupakan budaya dari nenek moyang.

“Semoga di tahun-tahun yang akan datang hasil tangkap nelayan melimpah sehingga kesejahteraan nelayan meningkat,” harap Santoso.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...