“Cabai Rawit Merah Menyentuh Harga Rp 100.000, Apakah Akan Meningkat Lagi?”

Pangannews.id

Minggu, 17 Desember 2023 10:30 WIB

news
Foto: Grafik harga Cabai rawit merah 4 tahun terakhir

Pangannews.id, Jakarta - Sudah menjadi hal yang lumrah dimana periode yang sering mengalami gejolak harga pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) khususnya pada puasa hingga Idulfitri maupun Natal hingga Tahun Baru. Fluktuasi harga pada periode tersebut diakibatkan beberapa faktor yaitu produksi bahan pokok mengalami gagal panen akibat cuaca, gangguan hama serta kendala distribusi. Faktor tersebut mengakibatkan harga tidak stabil dan fluktuasi.

Pada periode HKBN mayoritas harga pangan seperti beras, cabai, telur hingga daging ayam mengalami lonjakan di rata-rata pasar tradisional Indonesia. Terlebih lagi karena barang tersebut bersifat perishable (mudah rusak) seperti cabai. Daya tahan cabai segar hanya berkisar antara satu sampai tiga hari. Semakin rendah kesegarannya, maka harga jualnya akan semakin rendah. Sehingga harga cabai melambung tinggi Ketika Natal dan Tahun Baru.

Cabai merah menjadi komoditas dominan dalam menyumbang inflasi setiap tahunnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, cabai merah merupakan komoditas penyumbang inflasi tertinggi sebesar 0.06%. Kemudian pada tahun 2021 cabai merah juga menjadi komoditas pemicu inflasi dengan nilai sebesar 0,017%. Hal ini disebabkan oleh penurunan ketersediaan cabai merah setelah usai masa panen raya.

Pada 4 tahun terakhir terlihat pada grafik bahwa terjadi peningkatan harga setelah pergantian tahun. Kenaikan harga komoditas cabai menjelang Natal dan Tahun Baru 2024 lebih disebabkan karena pasokan yang berkurang akibat hasil panen dari petani yang tidak maksimal, sedangkan jumlah permintaan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. Empat tahun terakhir peningkatan harga cabai dimulai dari bulan Desember tiap tahunnya dan terus meningkat dan mencapai titik puncak 2 atau 3 bulan setelahnya. Hal ini yang menjadi pertanyaan apakah harga Desember 2023 ini akan melonjak naik terus hingga 2024 seperti terjadi 4 tahun sebelumnya?.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategi (PIHPS) per tanggal 14 Desember 2023, harga cabai rawit merah mencapai harga Rp 100.250. harga tersebut naik 3 kali lipat dibandingkan pada bulan Oktober 2023 harga berada pada Rp 32.700. Hal ini perlunya perhatian khusus bagi pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga cabai rawit merah.

Solusi pada jangka pendek dengan menanam cabai di rumah masing-masing‎, karena dengan begitu masyarakat tetap bisa mengonsumsinya dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga di pasar. Selanjutnya, pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengonsumsi cabai olahan misalnya seperti cabai yang di olah dalam bentuk bubuk kering atau saus sambal agar masyarakat tidak bergantung kepada cabai segar, dan berkaca kepada negara yang memiliki empat musim.

Untuk para petani, pemerintah dapat mendorong para petani mempraktikkan rain shelter untuk melakukan penanaman di luar musim. Rain shelter merupakan atap sungkup dari plastik UV yang dipasang menggunakan kerangka tertentu. Penanaman diluar musim dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan perekonomian para petani serta dengan metode rain shelter terbilang harganya murah serta dapat dengan mudah dipraktikkan oleh para petani di lapang. Dan juga diharapkan para pelaku pasar selalu mengikuti perkembangan harga yang terjadi melalui media elektronik agar dapat menetapkan harga jual yang mengikuti pasar.

Oleh : Riad Azkar

Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Pertanian, IPB University


Kolom Komentar

You must login to comment...