Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Turun Jadi Rp 10.000 per Porsi, Ini Alasannya..

Pers Pangannews

Minggu, 01 Desember 2024 10:08 WIB

news
Makan bergizi gratis mulai januari 2025, anggaran turun menjadi Rp 10.000 per porsi. (Foto : ANTARA FOTO/ Abdan Syakura)

Pangannews.id - Program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto akhirnya memasuki babak baru dengan penetapan anggaran yang sudah pasti. Dalam konferensi pers di Kantor Presiden pada Jumat, 29 November 2024, Prabowo mengumumkan bahwa anggaran untuk setiap porsi makan bergizi akan dipatok Rp 10.000, lebih rendah dari yang sempat diperkirakan sebelumnya, yaitu Rp 15.000 per porsi.

Menurut Prabowo, meskipun awalnya menginginkan anggaran sebesar Rp 15.000 per porsi, setelah mempertimbangkan kondisi anggaran negara, pemerintah memutuskan bahwa Rp 10.000 per porsi sudah cukup untuk menyediakan makan bergizi di daerah-daerah.

“Kita ingin Rp 15.000 per porsi, tetapi dengan kondisi anggaran yang ada, Rp 10.000 kita hitung cukup untuk daerah-daerah,” ujarnya dalam jumpa pers.

Program makan bergizi gratis ini merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga-keluarga dengan pendapatan rendah.

Dengan anggaran Rp 10.000 per porsi, Prabowo berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga dengan anak-anak yang berada dalam desil terbawah. Satu keluarga yang terdiri dari 3-4 anak, misalnya, dapat menerima bantuan sebesar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per hari.

Penurunan Anggaran Setelah Proses Uji Coba

Keputusan untuk menetapkan anggaran Rp 10.000 per porsi datang setelah dilakukan uji coba selama hampir setahun di beberapa wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa hasil uji coba di Pulau Jawa menunjukkan bahwa dengan anggaran tersebut, setiap porsi makanan dapat mencakup 600-700 kalori dengan kandungan gizi yang seimbang.

“Uji coba ini sudah berlangsung hampir setahun dan menunjukkan bahwa dengan anggaran Rp 10.000, kita bisa menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori yang diperlukan,” kata Hasan.

Meskipun anggaran per porsi telah diputuskan, jumlah total anggaran program ini pada 2025 tetap sebesar Rp 71 triliun, yang akan mencakup lebih banyak penerima manfaat. Pemerintah berharap dengan penurunan harga per porsi, program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa Rp 10.000 per porsi sudah cukup untuk menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.

Dadan juga menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan tidak akan dibelanjakan untuk membeli makanan siap saji, melainkan untuk bahan baku yang akan dimasak di lokasi dengan melibatkan peran masyarakat serta usaha katering lokal.

Pemerintah juga memastikan bahwa pelaksanaan program ini akan bersifat fleksibel, terutama terkait dengan harga bahan baku yang bervariasi antar daerah. Jika ada daerah yang menghabiskan anggaran lebih sedikit, sisa dana tersebut dapat dialihkan ke daerah lain yang membutuhkan lebih banyak dana akibat harga bahan baku yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengorbankan kualitas makanan yang disajikan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...