BGN Ajak UMKM dan Warga Buka Dapur MBG, Begini Caranya

Pers Pangannews

Sabtu, 03 Mei 2025 13:47 WIB

news
BGN membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menjadi mitra dalam Program MBG. (Foto : Antara)

Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menjadi mitra dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dinilai tidak hanya strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan usaha kecil dan penciptaan lapangan kerja baru.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi.

Ia menekankan bahwa keberadaan mitra dapur MBG merupakan kunci dalam mempercepat pembangunan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat. Ini tidak hanya membantu BGN menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga membuka jalan bagi pemilik usaha kecil untuk bertahan bahkan berkembang,” ujar Dadan, dikutip dari Antara.

Program kemitraan ini terbuka untuk berbagai pihak, mulai dari pemilik warung makan, pelaku UMKM kuliner, hingga pemilik bangunan kosong yang ingin mengalihfungsikan properti mereka menjadi dapur operasional MBG. BGN menjanjikan nilai sosial sekaligus ekonomi dari kolaborasi ini.

Masyarakat yang berminat diminta untuk menghubungi BGN secara langsung dan mempersiapkan fasilitas serta dokumen sesuai persyaratan teknis. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan standar higienitas dan pelayanan terpenuhi.

Model Kemitraan Fleksibel Tapi Ketat

SPPG dapat dibentuk melalui beberapa skema, termasuk renovasi ruko, modifikasi restoran, hingga alih fungsi bangunan lain yang memenuhi syarat. Meski fleksibel, BGN menegaskan bahwa proses verifikasi tetap dilakukan secara profesional dan tidak mengorbankan standar pelayanan.

“Kami tidak menurunkan standar hanya demi mempercepat pembangunan. Semua mitra tetap harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif yang berlaku,” tegas Dadan.

Selain manfaat gizi dan ekonomi, keberadaan dapur MBG juga berkontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja lokal. Dalam satu unit SPPG, diperkirakan dapat membuka sekitar 47 lapangan kerja, mulai dari juru masak, tenaga pengemasan, hingga petugas distribusi makanan.

Dadan bahkan mencontohkan keberhasilan konversi sebuah usaha makanan di Cibubur, Jakarta Timur, menjadi dapur MBG. Transformasi ini tidak hanya menyelamatkan usaha yang sempat terancam bangkrut, tapi juga menggandakan kapasitas penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...