Realisasi Anggaran MBG Capai Rp13 Triliun, Baru 18 Persen dari Pagu APBN 2025

Pers Pangannews

Selasa, 23 September 2025 08:51 WIB

news
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : Berita Nasional)

Pangannews.id - Kementerian Keuangan telah menyalurkan dana sebesar Rp13 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 8 September 2025. Angka ini mencerminkan sekitar 18,3 persen dari total alokasi anggaran MBG dalam APBN 2025 yang ditetapkan sebesar Rp71 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, dana tersebut telah dimanfaatkan untuk memberikan layanan kepada 22,7 juta penerima program di berbagai wilayah Indonesia.

"Hingga 8 September, MBG sudah menjangkau 22,7 juta penerima melalui 7.644 satuan layanan pemenuhan gizi (SPPG)," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (22/9).

Menurutnya, pemerintah masih menargetkan perluasan jangkauan hingga 82,9 juta penerima. Oleh karena itu, penyesuaian alokasi anggaran akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan dan realisasi di lapangan.

Secara geografis, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbesar, yakni mencapai 13,26 juta orang. Selanjutnya adalah Sumatera dengan 4,86 juta penerima, Sulawesi 1,70 juta, Bali dan Nusa Tenggara 1,34 juta, Kalimantan 1,03 juta, serta Maluku dan Papua sebanyak 0,52 juta penerima.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kinerja penyerapan anggaran MBG hingga akhir Oktober. Jika dinilai masih rendah, maka sebagian dana kemungkinan akan dialihkan.

"Kalau pada akhir Oktober realisasinya tidak optimal, dan setelah dihitung hanya akan terserap sebagian, kita bisa alihkan dananya. Bisa untuk menutup defisit, membayar utang, atau disalurkan ke sektor lain," jelas Purbaya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Ia menegaskan bahwa tidak ada dana yang akan dibiarkan menganggur, meskipun program tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden. Keberhasilan implementasi di lapangan akan menjadi penentu utama dalam pengambilan keputusan.

"Kami tetap akan bantu dari sisi manajemen dan pengawasan, termasuk mengirim tim bila diperlukan," ujarnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...