Kamis, 23 Oktober 2025 09:20 WIB
Pangannews.id - Upaya memperkuat hilirisasi industri dan memperluas pasar ekspor kembali ditunjukkan Kalimantan Timur (Kaltim). Tiga komoditas unggulan asal provinsi ini dilepas menuju pasar internasional dengan total nilai mencapai Rp5,4 miliar, melalui Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, Rabu (23/10/2025).
Pelepasan ekspor bertajuk “Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur” ini diinisiasi Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kaltim bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan para pelaku usaha.
Kepala BBKHIT Kaltim, Arum Kusnila Dewi, menyebut kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Langkah ini merupakan perwujudan nyata program hilirisasi nasional, sekaligus membuktikan bahwa Kaltim mampu mengekspor produk olahan bernilai tambah, bukan lagi bahan mentah,” ujarnya.
Tiga komoditas yang diekspor terdiri dari produk-produk olahan unggulan. Pertama, Kayu Veneer milik PT Orimba Alam Kreasi dengan volume 167,445 m³ senilai lebih dari Rp2,2 miliar menuju India.
Kedua, Keruing Core Veneer, Keruing Face Veneer, dan Keruing Veneer produksi PT Kayu Alam Perkasa Raya berjumlah 230,281 m³ senilai Rp2 miliar dengan tujuan negara yang sama.
Sementara itu, komoditas ketiga berupa Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil sawit dari PT Sinar Sawit Sentosa dengan volume 504,67 ton bernilai Rp1,2 miliar dikirim ke Tiongkok.
Arum menyampaikan apresiasinya kepada seluruh petugas karantina yang memastikan seluruh produk memenuhi standar fitosanitari dan persyaratan mutu yang ditetapkan negara tujuan.
“Kami berterima kasih kepada petugas yang telah memastikan produk ekspor Kaltim aman dan sesuai standar. Ini penting untuk menjaga reputasi Indonesia di pasar global,” kata Arum.
Ia menegaskan, BBKHIT Kaltim tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis dan fasilitator bagi para eksportir.
“Kami hadir untuk mempermudah proses ekspor tanpa mengurangi ketegasan dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Prinsip kami tetap integritas dan profesionalitas,” tambahnya.
Berdasarkan data BEST TRUST (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) hingga 20 Oktober 2025, total nilai ekspor komoditas pertanian Kaltim telah menembus Rp11 triliun, sementara ekspor komoditas perikanan mencapai Rp947,3 miliar.
Komoditas yang paling dominan diekspor antara lain kayu olahan, produk turunan kelapa sawit, kepiting bakau hidup, serta udang segar dan beku — menunjukkan daya saing produk Kaltim yang semakin kuat di pasar global.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menegaskan capaian ini sejalan dengan dua agenda utama Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yaitu memperkuat hilirisasi industri serta menciptakan lapangan kerja berkualitas di dalam negeri.
“Produk ekspor dari Kaltim kini tidak lagi berupa bahan mentah, tetapi hasil olahan bernilai tambah. Ini menjadi bukti bahwa hilirisasi berjalan nyata dan menghasilkan keuntungan ekonomi lebih besar,” ujar Sahat.
Ia menambahkan, Barantin akan terus mempercepat proses sertifikasi dan pelayanan ekspor agar semakin banyak pelaku usaha di Kaltim yang menembus pasar global.
“Kami optimistis, dengan percepatan layanan dan pengawasan ketat, ekspor komoditas unggulan Kaltim akan terus meningkat,” ujarnya.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 20 Juni 2026 15:14 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 14:30 WIB
Kamis, 18 Juni 2026 13:20 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...