Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Nilai Tangkapan Belum Maksimal, Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Nelayan Kecil

Bagikan
Nilai tangkapan belum maksimal, pemerintah perkuat rantai pasok nelayan kecil. (Foto : Pixabay)
Nilai tangkapan belum maksimal, pemerintah perkuat rantai pasok nelayan kecil. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Pendapatan yang tidak menentu, biaya operasional yang terus naik, hingga lemahnya posisi tawar di rantai pasok masih menjadi persoalan utama nelayan kecil di banyak wilayah pesisir Indonesia.

Kondisi ini membuat sebagian besar keluarga nelayan hidup dalam kerentanan, meski mereka menjadi penopang penyediaan protein nasional melalui ikan.

Situasi tersebut menjadi dasar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyusun Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK), sebuah panduan yang menekankan perbaikan tata kelola perikanan, keberlanjutan sumber daya laut, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan kecil.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, menegaskan bahwa kontribusi nelayan kecil selama ini kerap tidak mendapat perhatian yang sepadan, padahal mereka merupakan tulang punggung ketahanan pangan di wilayah pesisir.

“Yang kita dorong bukan hanya menjaga stok ikan, tetapi bagaimana nelayan bisa hidup layak dari pekerjaannya,” kata Hendra.

RAN-PPSK disusun untuk memperkuat perlindungan sosial nelayan—termasuk akses terhadap jaminan ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan pendanaan yang lebih mudah.

Selain itu, dokumen ini juga menyoroti reformasi rantai pasok agar nilai ekonomi hasil tangkapan tidak berhenti di tangan pengepul.

Beberapa wilayah telah menunjukkan contoh keberhasilan pengelolaan berbasis komunitas yang meningkatkan nilai produk dan menjaga kesehatan laut.

Model-model tersebut, menurut Hendra, perlu diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha.

KKP menyertakan tiga fondasi utama dalam RAN-PPSK, yakni pendekatan ekosistem perikanan agar eksploitasi tidak merusak keberlanjutan, kerja layak dan perlindungan jaminan sosial untuk nelayan kecil, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar agar hasil tangkapan bernilai lebih tinggi.

Hendra menekankan bahwa keberhasilan rencana aksi ini hanya bisa diukur dari perubahan nyata di lapangan. Ukurannya adalah peningkatan pendapatan nelayan dan laut yang tetap sehat. Bukan seberapa tebal dokumennya.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap nelayan kecil tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi mampu membangun masa depan yang lebih pasti bagi keluarga mereka.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal