Sabtu, 17 Januari 2026 10:25 WIB
Pangannews.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan pembangunan 16 unit fasilitas hilirisasi unggas yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Fasilitas itu mencakup unit pembibitan ayam induk, pakan ternak, rumah potong ungags, hingga pengolahan telur dan daging ayam.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, mengatakan proyek tersebut menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah. Selama ini, kebutuhan unggas di NTB sebagian besar masih bergantung pada suplai dari provinsi lain.
“Selama ini kebutuhan telur dan daging ayam dipasok dari luar NTB, sehingga program hilirisasi ini menjadi awal kebangkitan perunggasan di NTB,” ujar Riadi.
Pembangunan tahap awal dipusatkan di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa.
Di lokasi tersebut, pemerintah telah menyelesaikan pembersihan lahan serta pembangunan akses jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter sesuai persyaratan teknis.
Menurut Riadi, kawasan BPT-HMT Serading akan difungsikan sebagai lokasi parent stock layer atau pemeliharaan ayam induk petelur. Fasilitas ini menjadi fondasi awal pengembangan rantai hilirisasi unggas terintegrasi di NTB.
Selain menopang kemandirian pangan daerah, program tersebut juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan daging ayam dan telur dalam Program Makan Bergizi (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
Pelaksanaan hilirisasi unggas terintegrasi di NTB sepenuhnya dikerjakan oleh perusahaan pelat merah sektor agroindustri, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN), bersama mitra yang telah melalui proses verifikasi kesiapan lahan.
Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan dilakukan secara serentak dan hibrida bersama sejumlah provinsi penerima alokasi tahap pertama. Kegiatan itu rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
NTB sendiri memperoleh alokasi dua unit parent stock, satu unit grand parent stock, satu unit pakan, lima unit pullet layer, lima unit rumah potong unggas dan cold storage (RPHU+CS), serta masing-masing satu unit fasilitas pengolahan daging dan pengolahan telur.
“Total ada 16 unit bangunan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB, disesuaikan dengan kesiapan lahan yang diusulkan dan telah diverifikasi oleh PTPN bersama mitra,” kata Riadi.
Editor: Adi Permana
Selasa, 05 Mei 2026 12:00 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 11:52 WIB
Senin, 04 Mei 2026 20:16 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...