12 jam yang lalu
Pangannews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 28 Jakarta tak hanya menghadirkan menu makan siang bagi siswa. Di sekolah itu, sisa makanan dan kulit buah justru diolah kembali menjadi kompos, pakan maggot, hingga cairan ekoenzim.
Aktivitas itu menjadi bagian dari pembelajaran lingkungan yang kini berjalan beriringan dengan pelaksanaan program MBG.
Saat meninjau sekolah tersebut pada Jumat (22/5/2026), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyebut pelaksanaan MBG di SMAN 28 Jakarta menjadi contoh menarik karena tidak berhenti pada urusan distribusi makanan.
“Ini luar biasa. Jadi bukan hanya menerima MBG, tetapi siswa juga diajarkan bagaimana mengelola sampah makanan dan buah-buahan menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Sony.
Di area sekolah, sisa makanan dari program MBG diolah melalui berbagai metode. Ada budidaya maggot untuk mengurai limbah organik, pembuatan kompos, pengolahan ekoenzim, hingga pemanfaatan hasilnya untuk kegiatan hidroponik.
Menurut Sony, pendekatan seperti itu membuat program makan bergizi tak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan baru terkait pengelolaan lingkungan.
Ia berharap pola serupa bisa diterapkan di sekolah lain, terutama karena limbah makanan kerap menjadi persoalan dalam program makan massal.
“Sekolah tidak hanya fokus pada penerimaan program makan bergizi, tetapi juga mengajarkan pengelolaan sampah makanan secara berkelanjutan kepada siswa,” ujarnya.
Selain meninjau pengolahan limbah, Sony juga mengecek langsung distribusi makanan kepada siswa. Ia memastikan kualitas makanan, ketepatan waktu pendistribusian, hingga respons penerima manfaat berjalan baik.
Dari total 750 siswa di SMAN 28 Jakarta, sebanyak 641 siswa sebelumnya menyatakan bersedia mengikuti program MBG melalui proses pendataan terbuka yang dilakukan pihak sekolah. Setelah evaluasi lanjutan, tercatat 518 siswa aktif menerima MBG setiap hari.
Sony menilai mekanisme tersebut menjadi contoh pelaksanaan program yang berjalan secara sukarela dan demokratis.
“Yang tidak ingin menerima tidak dipaksakan, sedangkan yang menerima tetap menikmati program ini dengan baik,” katanya.
Ia juga mengaku sempat makan bersama para siswa untuk melihat langsung kualitas makanan yang disajikan di sekolah tersebut.
Editor : Adi Permana
Selasa, 05 Mei 2026 11:07 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 10:58 WIB
Jumat, 24 April 2026 10:00 WIB
Jumat, 17 April 2026 16:39 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...