3 jam yang lalu
Pangannews.id - Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diproyeksikan menghasilkan sekitar 254,5 ton udang pada siklus produksi kedelapan.
Capaian tersebut memperkuat posisi kawasan itu sebagai salah satu model pengembangan budi daya udang modern yang mengedepankan produktivitas sekaligus keberlanjutan lingkungan.
Produksi pada siklus kedelapan dilakukan secara bertahap. Panen perdana dari 32 petak tambak pada Mei lalu menghasilkan 89,5 ton udang. Saat ini panen tahap kedua tengah berlangsung di 37 petak dengan target produksi sekitar 75 ton. Adapun panen terakhir dijadwalkan pada akhir Juli mendatang dari 70 petak dengan estimasi hasil sekitar 90 ton.
Seiring berjalannya panen, operasional kawasan tambak juga mulai memasuki siklus produksi kesembilan yang ditandai dengan penebaran 10,24 juta benur di 32 petak tambak.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu mengatakan BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan yang menerapkan prinsip Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB).
Sistem tersebut mencakup pengelolaan produksi, biosekuriti, keamanan pangan, hingga pengelolaan lingkungan.
"BUBK Kebumen membuktikan bahwa peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," kata Haeru.
Tambak yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektare itu memiliki area terbangun sekitar 65 hektare dengan luas kolam efektif 24 hektare. Kawasan tersebut dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Menurut Haeru, sistem saluran air masuk dan keluar yang dipisahkan, keberadaan kolam tandon, serta IPAL menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas air sekaligus meminimalkan risiko penyakit yang kerap menjadi tantangan dalam budi daya udang intensif.
Selain meningkatkan produksi, keberadaan kawasan tambak juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hingga kini, operasional BUBK Kebumen telah menyerap 645 tenaga kerja lokal, terdiri atas 145 pekerja tetap dan 500 pekerja harian lepas.
Aktivitas produksi di kawasan tersebut turut memicu tumbuhnya berbagai usaha penunjang, mulai dari warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan di sekitar lokasi.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai model pengelolaan seperti BUBK Kebumen layak dikembangkan di daerah lain. Menurutnya, pemanfaatan lahan pesisir yang sebelumnya belum produktif mampu menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja.
"Kami berharap model seperti BUBK Kebumen dapat direplikasi di daerah lain sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah," ujar Titiek.
Editor : Adi Permana
Jumat, 10 Juli 2026 15:23 WIB
Kamis, 09 Juli 2026 11:28 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 14:47 WIB
Senin, 08 Juni 2026 11:00 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...