9 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor kelautan dan perikanan masih terbilang rendah. Hingga triwulan I 2026, realisasi penyaluran KUR untuk sektor tersebut baru mencapai sekitar 1,5 persen dari total penyaluran KUR nasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalankan pilot project Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan (Gemilang) yang menyasar 30 pelaku usaha. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan formal.
Sebanyak 30 peserta terdiri atas 18 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Naik Kelas serta 12 pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Mereka mendapatkan pendampingan mengenai pengelolaan usaha, literasi keuangan, hingga kesiapan mengakses pembiayaan perbankan.
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Erwin Dwiyana, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar berbagai program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan berjalan lebih efektif.
"Dengan SDM yang semakin kompeten, implementasi Program Kerja Prioritas Nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Erwin dalam keterangannya.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menilai rendahnya pemanfaatan pembiayaan formal menunjukkan masih banyak pelaku usaha yang belum siap mengakses layanan perbankan.
Menurutnya, Program Gemilang dirancang agar pelaku usaha menjadi lebih bankable, memahami pengelolaan keuangan dengan baik, serta memiliki kesiapan memperoleh pembiayaan formal untuk mengembangkan usaha.
"Program Gemilang dirancang agar pelaku usaha menjadi lebih bankable, memahami pengelolaan keuangan secara baik, dan memiliki kesiapan untuk memperoleh pembiayaan formal sebagai modal mengembangkan usahanya," ujar Ali.
Tahun ini, program dijalankan di kawasan pengembangan budi daya tematik di enam provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelaksanaannya melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, serta perbankan.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Dept Head Business Program Partnership & Community Development PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Grala Bagus Agdyawan, menilai kolaborasi lintas pihak menjadi faktor penting untuk memperluas inklusi keuangan di sektor kelautan dan perikanan.
"Kami berharap Program Gemilang dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola usaha yang baik, memahami pengelolaan keuangan, dan siap mengembangkan usahanya melalui akses pembiayaan formal," kata Grala.
Selain mendampingi pelaku usaha, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa vokasi. KKP melibatkan mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan sebagai pendamping peserta di lapangan agar mereka memperoleh pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat.
Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Aris Widagdo, mengatakan keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan di lapangan.
"Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan kompetensinya secara langsung dalam mendampingi pelaku usaha. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi memiliki pengalaman praktis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Aris.
Editor : Adi Permana
Kamis, 09 Juli 2026 11:28 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 14:47 WIB
Senin, 08 Juni 2026 11:00 WIB
Jumat, 05 Juni 2026 13:38 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...