7 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan gizi, sekaligus menambah ruang hijau di lingkungan permukiman.
Upaya itu digelorakan melalui Gerakan Rabu Pon (Gerakan Perempuan/Ibu Menanam Pohon) yang dipadukan dengan program Aku Hatinya PKK di Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, Rabu (22/7/2027).
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap Mahdiana Taufik Nurhidayat mengatakan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan penghijauan. Program ini juga mengajak masyarakat mengoptimalkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
"Ketahanan pangan keluarga dimulai dari rumah. Pekarangan yang dikelola dengan baik tidak hanya membuat lingkungan lebih asri, tetapi juga dapat menjadi sumber pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Mahdiana.
Menurutnya, perempuan, terutama kader PKK, memiliki peran penting dalam menggerakkan perubahan di tingkat keluarga. Karena itu, keterlibatan mereka menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan bibit tanaman kepada masyarakat, menebar benih ikan lele, serta memberikan layanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, hingga dukungan bagi sektor pertanian dan perikanan.
Ketua TP PKK Kecamatan Kedungreja Ny. Citra Dwiyanasari Kukuh Setiaji mengatakan, bibit tanaman yang dibagikan akan segera didistribusikan kepada warga untuk ditanam dan dirawat di pekarangan masing-masing.
Selain itu, penebaran benih ikan lele diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga.
"Budidaya lele di pekarangan juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga dan menjadi salah satu upaya menekan angka stunting," ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, kader PKK, kelompok wanita tani, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Editor : Adi Permana
Selasa, 21 Juli 2026 14:59 WIB
Senin, 20 Juli 2026 19:29 WIB
Senin, 20 Juli 2026 13:03 WIB
Minggu, 19 Juli 2026 19:57 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...