12 jam yang lalu
Pangannews.id - Ancaman El Nino yang diperkirakan semakin menguat mulai diantisipasi Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali. Meski inflasi di Pulau Dewata saat ini masih terkendali, bank sentral menilai risiko gangguan pasokan pangan perlu diwaspadai karena cuaca kering berpotensi menekan produksi pertanian dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani mengatakan salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat distribusi pangan melalui perusahaan umum daerah (perumda).
Skema ini dinilai penting untuk menjaga pasokan tetap tersedia jika produksi di suatu wilayah mengalami penurunan.
"Ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat mempengaruhi produksi pertanian," kata Achris, dikutip dari Antara.
Menurutnya, perumda pangan tidak hanya berfungsi sebagai penyalur komoditas, tetapi juga menjadi penghubung kerja sama antarwilayah. Dengan mekanisme tersebut, daerah yang memiliki surplus produksi dapat memasok kebutuhan daerah lain yang mengalami kekurangan sehingga gejolak harga dapat ditekan.
Di Bali, pola kerja sama tersebut sudah berjalan. Perumda Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung menjalin kemitraan dengan Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng dan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar untuk mendukung penyerapan dan distribusi pangan.
Badung juga bekerja sama dengan Rumah Tani Nusantara dalam penyediaan komoditas strategis.
Langkah antisipasi itu dilakukan di tengah kondisi inflasi yang justru menunjukkan tren melandai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat Bali mengalami deflasi sebesar 0,51 persen pada Juli 2026 secara bulanan, berbalik dari inflasi 0,71 persen pada Juni.
Penurunan harga dipicu melimpahnya pasokan komoditas hortikultura, terutama bawang merah dan aneka cabai yang memasuki masa panen. Sementara secara tahunan, inflasi Bali turun dari 3,27 persen pada Juni menjadi 2,42 persen pada Juli 2026.
Namun kondisi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung tanpa tantangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino 2026 telah memasuki kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat.
Fenomena itu diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk dasarian pertama Agustus di sejumlah daerah, termasuk Bali.
Editor : Adi Permana
Selasa, 04 Agustus 2026 10:59 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 20:02 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...