3 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah mengandalkan kekuatan pasukan darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut seperti di Kalimantan Barat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan operasi darat dinilai lebih efektif untuk menangani api di lapangan dibandingkan hanya mengandalkan operasi udara.
“Pasukan darat, ini andalan kita, sambil menunggu operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan, ketika nanti musim hujan datang,” kata Raja Antoni dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, peluang munculnya awan hujan di Kalimantan Barat pada 4-8 September akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC. Setiap bibit awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimaksimalkan, termasuk di wilayah yang belum terdampak karhutla.
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu pembasahan lahan sekaligus menjaga tinggi muka air tanah.
Raja Antoni juga meminta pengerahan personel dan peralatan di Kalimantan Barat dilakukan berdasarkan pemetaan yang lebih rinci. Kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan sebaran titik panas atau hotspot di setiap wilayah.
Ia mencontohkan Ketapang dan Kubu Raya perlu dipetakan berdasarkan jumlah hotspot serta kebutuhan pasukan. Dengan begitu, personel dan peralatan dapat digeser ke wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih dilakukan melalui operasi darat dan udara.
Dari estimasi 802,17 hektare lahan yang terbakar, Satgas Darat telah berhasil memadamkan 429,90 hektare.
“Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto.
Namun, kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Menurut Suharyanto, operasi water bombing dari udara tidak selalu efektif untuk menangani kebakaran di lahan gambut.
Karena itu, kekuatan pasukan darat tetap menjadi tumpuan utama dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama,” katanya.
Editor : Adi Permana
Jumat, 04 September 2026 12:42 WIB
Senin, 31 Agustus 2026 13:48 WIB
Jumat, 28 Agustus 2026 12:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...