11 jam yang lalu
Pangannews.id - Menambah populasi sapi perah saja belum cukup untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri. Kesehatan ternak dan penerapan biosekuriti juga perlu diperkuat agar produktivitas tetap terjaga dan rantai pasok susu tidak terganggu.
Hal itu menjadi perhatian Komisi IV DPR RI dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) saat mengunjungi Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Grati, Kabupaten Pasuruan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengatakan penguatan populasi dan produktivitas sapi perah lokal menjadi bagian penting untuk meningkatkan produksi susu nasional.
“Kemandirian susu nasional hanya bisa dicapai jika kita sungguh-sungguh memperkuat populasi dan produktivitas sapi perah lokal,” ujar Titiek.
Menurut dia, upaya tersebut perlu dibarengi peremajaan sapi, penggunaan bibit unggul, ketersediaan pakan, penguatan koperasi, serta perlindungan kesehatan ternak. Modernisasi fasilitas pascapanen di tingkat koperasi juga menjadi perhatian.
Dari sisi kesehatan hewan, Barantin menyoroti risiko penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang dapat mengganggu kesehatan sekaligus produktivitas sapi perah.
Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto mengatakan peningkatan produksi susu harus berjalan bersama dengan penerapan biosekuriti.
“Badan Karantina Indonesia berkomitmen penuh menjaga ekosistem peternakan nasional melalui penerapan biosekuriti yang ketat di seluruh tempat pemasukan, pengeluaran, serta pelintasan antarwilayah,” ujar Sriyanto.
Menurutnya, koperasi susu juga perlu didukung sistem pengawasan kesehatan ternak yang memadai.
“Penguatan koperasi susu seperti KUTT Suka Makmur harus diimbangi dengan jaminan bahwa sapi-sapi perah bebas dari ancaman PHMS,” katanya.
Sriyanto menilai kesehatan ternak berkaitan langsung dengan keberlanjutan usaha peternak. Gangguan penyakit dapat menurunkan produktivitas dan berdampak pada rantai pasok susu.
“Melalui tindakan karantina yang disiplin dan mitigasi risiko yang kuat, kita tidak hanya melindungi investasi peternak lokal, tetapi juga mengamankan rantai pasok hulu demi terwujudnya kemandirian susu nasional,” ujarnya.
Editor : Adi Permana
Minggu, 27 September 2026 22:27 WIB
Minggu, 27 September 2026 22:21 WIB
Minggu, 27 September 2026 22:17 WIB
Minggu, 27 September 2026 22:12 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...