Jumat, 07 Juli 2023 17:30 WIB
PanganNews.id, Jakarta - Upaya konservasi hiu belimbing berbeda dengan pari manta dan hiu berjalan.
Bukan mengintervensi habitat, tetapi memindahkan ke habitat baru yang dibuat khusus. Yakni, budi daya di akuarium.
Diketahui, hiu belimbing punya nama latin Stegostoma tigrinum.
Mengutip dari jawapos.com, Program Manager for StAR Project Indonesia Nesha Ichida menyatakan, program translokasi atau restocking bertujuan mencegah kepunahan hiu belimbing.
Pada 2016, spesies hiu belimbing berstatus langka.
Saat ini pun, hanya populasi di Australia yang masuk kategori sehat. Sebab itu telur-telur hiu belimbing dibudidayakan di akuarium-akuarium AZA di luar negeri.
Menurut Nesha, mereka pun sudah memiliki indukan yang pas genetiknya untuk budi daya di Raja Ampat.
Dalam 15 tahun terakhir, hanya tersisa 20 hiu belimbing di Raja Ampat. Itu pun, mereka tersebar. Proses reproduksinya menjadi sulit.
’’Di alam enggak doing very well. Tapi, di akuarium banyak berkembang biak. Sampai harus dipisahin cewek sama cowoknya. Saking kebanyakan telur, akuariumnya tidak bisa handle,’’ katanya.
Nesha menekankan, program re-establishment hiu belimbing harus benar-benar memperhatikan genetik indukannya. Harus bisa dipastikan indukannya berasal dari Indonesia Timur atau Australia.
Sebab itu, mereka harus melewati genetic test lebih dulu. Nanti, telur-telur tersebut dikirim ke Raja Ampat.
"Jadi, nggak akan ada pencemaran genetik,’’ ungkapnya.
Penulis: R Muttaqien
Editor: R Muttaqien
22 jam yang lalu
Senin, 18 Mei 2026 11:50 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 14:35 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 14:17 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...