Kamis, 07 Maret 2024 19:03 WIB
PanganNews.id, Kedir i- Dalam menghadapi musim tanam yang terpengaruh cuaca ekstrem, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memperingatkan petani padi untuk waspada terhadap serangan hama wereng batang coklat (WBC).
Kepala DKPP Kota Kediri, M Ridwan, menegaskan bahwa tidak mengantisipasi serangan WBC dapat berdampak serius pada kegagalan panen dan ketersediaan stok beras nasional.
"Jika tidak diantisipasi, petani bisa merugi dan juga akan berpengaruh pada ketersediaan stok beras nasional," ujar Ridwan, Kamis 7 Maret 2024.
Menurut Ridwan, keberadaan hama WBC dalam jumlah tertentu dapat memberikan kontribusi positif dalam rantai makanan alamiah, namun populasi yang besar dapat menyebabkan kerugian besar.
Terutama di Kota Kediri, serangan hama ini menjadi masalah endemik karena kondisi lahan yang cenderung lembab, menjadi tempat ideal bagi wereng untuk berkembang biak.
Ridwan juga menyoroti keterlambatan masa panen yang disebabkan oleh cuaca ekstrem seperti El Nino, yang memperparah kondisi pertanian di Kota Kediri.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya telah mengirim petugas dan penyuluh lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada petani tentang cara mengatasi serangan hama ini.
"Sehingga petani bisa tahu bagaimana penanganan yang tepat. Misalnya kapan dan bagaimana cara penyemprotan untuk pencegahannya," tambahnya.
Selain itu, DKPP Kota Kediri juga sedang mengembangkan obat alami agen hayati sebagai alternatif pengendalian tanaman yang lebih aman daripada bahan kimia.
"Bhwa masih ada tantangan karena beberapa petani lebih memilih obat kimia yang memberikan hasil instan, meskipun kurang baik untuk lingkungan," akui Ridwan.
Masa Panen Raya Mundur, Produksi Padi Tetap Terjaga
Sementara itu, masa panen raya padi di Kota Kediri diprediksi akan mundur mengikuti cuaca. Diperkirakan panen akan terjadi pada akhir bulan ini dengan puncaknya di bulan April.
"April nanti baru panen raya. Kita mundur. Tapi kondisi ini relatif sama terjadi di berbagai wilayah," jelas Ridwan.
Meskipun demikian, DKPP Kota Kediri mencatat bahwa jumlah produksi padi pada tahun 2023 tetap terjaga, dengan sekitar 10.000 ton hasil dari lahan seluas 1.383 hektar.
Padi merupakan salah satu dari empat komoditas utama pertanian di Kota Kediri, dengan komoditas tebu sebagai yang paling utama.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
8 jam yang lalu
11 jam yang lalu
Kamis, 07 Mei 2026 19:34 WIB
Kamis, 07 Mei 2026 12:25 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...