Lima Varietas Kopi Indonesia dengan Kualitas Internasional

Pers Pangannews

Senin, 03 Maret 2025 11:01 WIB

news
Lima varietas kopi Indonesia dengan kualitas internasional. (Foto : ilustrasi/Pixabay)

Pangannews,id - Kopi Indonesia memiliki beragam varietas yang tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di pasar global. Dr. Retno Hulupi, seorang peneliti senior pada budidaya kopi di Institut Penelitian Kakao dan Kopi Indonesia, menjelaskan bahwa ada beberapa varietas kopi yang tumbuh subur secara permanen di nusantara.

Varietas-varietas kopi ini telah lama dikembangkan oleh para peneliti, termasuk Dr. Retno yang telah berkontribusi lebih dari 35 tahun dalam pengembangan kopi Indonesia. Ada setidaknya lima varietas yang dikenal luas, dan kualitas serta cita rasanya tidak kalah dengan kopi impor.

Berikut adalah lima varietas kopi Indonesia yang sudah dikenal luas dan menjadi kebanggaan tanah air.

  1. S795: Varietas Paling Populer di Indonesia

S795 adalah varietas kopi yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Varietas ini berasal dari India dan mulai dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Salah satu ciri khasnya adalah rasa sirup maple dan gula merah setelah diseduh, yang menjadi favorit di kalangan penikmat kopi.

Varietas ini banyak ditanam di Bali dan Toraja, bahkan petani lokal sering menyebutnya dengan nama "Jember." S795 merupakan hasil hibrida dari varietas Kent (dari India) dan spesies liberika, yang memberikan keunggulan tahan terhadap perubahan iklim.

DNA liberika membuat S795 lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, sehingga cocok untuk ditanam di berbagai wilayah Indonesia.

  1. Tim Tim: Kopi Sejarah dari Timor

Varietas Tim Tim dikenal dengan asal usulnya dari Timor Leste. Pada awal abad ke-20, kopi ini ditemukan di wilayah Timor, yang pada waktu itu masih bagian dari Indonesia. Setelah melalui serangkaian penelitian, Tim Tim mulai populer pada tahun 1950-an.

Namun, varietas ini memiliki kelemahan karena rentan terhadap penyakit karat daun yang sering menyerang tanaman kopi. Seiring waktu, Tim Tim dibudidayakan di berbagai daerah, seperti Gayo, Aceh (menjadi kopi Gayo 1) dan Bali (kopi Kopyol).

Tim Tim merupakan hasil persilangan antara berbagai varietas, termasuk Catimor dan Sarchimor, yang menghasilkan kopi dengan karakteristik unik.

  1. USDA 762: Kopi Khas dari Ethiopia

USDA 762 adalah varietas kopi yang lebih banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Kopi ini pertama kali diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1950-an dari Ethiopia. Dikenal karena ketahanannya terhadap penyakit karat daun, varietas ini memiliki rasa yang khas, yang tidak bisa digambarkan hanya dengan kata-kata.

Rasa tersebut tetap terjaga meskipun melalui berbagai proses pasca-panen yang berbeda. Namun, meskipun memiliki kualitas yang baik, USDA 762 tidak sepopuler hibrida kopi robusta lainnya dan kini hanya ditanam di ketinggian tertentu di Indonesia.

  1. Kartika: Varietas dengan Rasa Pekat

Kartika, yang juga dikenal sebagai kopi Arabika varietas Catuai, pertama kali diperkenalkan ke Indonesia pada tahun 1987 oleh pendatang Portugis. Rasanya yang pekat dan kuat membuat banyak orang di Indonesia menyukai kopi ini. Meskipun demikian, varietas ini sempat mendapat protes dari petani kopi lokal karena membutuhkan pupuk yang cukup banyak.

Namun, di Wonosobo, Jawa Tengah, petani kopi berhasil membudidayakan Kartika dan berhasil mengatasi masalah penyakit karat daun. Hasil kopi ini sering dipanggang secara tradisional menggunakan wajan tanah liat, memberikan cita rasa khas yang disukai oleh banyak penikmat kopi.

  1. Andungsari: Kopi Kerdil dengan Perawatan Khusus

Andungsari adalah varietas kopi dengan tanaman yang memiliki karakter fisik unik, yakni ukuran pohonnya yang pendek hingga disebut sebagai kopi kerdil.

Varietas ini berasal dari persilangan dengan Catimor dan dapat tumbuh efektif di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut. Di Kayu Aro, Jambi, Sumatera, Andungsari menjadi varietas yang subur tumbuh.

Namun, perawatan Andungsari cukup rumit. Pupuk, sinar matahari, dan faktor lainnya harus diperhatikan dengan sangat hati-hati agar tidak gagal panen. Meskipun jarang dijual sebagai single origin, Andungsari sering kali digunakan sebagai campuran dengan varietas kopi lain untuk menciptakan rasa yang lebih kompleks.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...