653 KK di Lampung Tanam Akasia untuk PLTU, Raup Untung dan Hijaukan Desa

Pers Pangannews

Senin, 19 Mei 2025 21:57 WIB

news
Warga Lampung tanam akasia untuk PLTU, raup untung dan hijaukan desa.

Pangannews,id - Program cofiring biomassa di Provinsi Lampung kini mulai menunjukkan dampak positif, baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Di Kabupaten Pesawaran, sebanyak 653 kepala keluarga (KK) terlibat aktif dalam penanaman pohon akasia berbasis kelompok masyarakat, yang hasilnya dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang dan Tarahan.

Kepala Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Moh Yusuf, menyampaikan bahwa program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat desanya.

Warga terlibat dari proses pembibitan, penanaman, hingga pemanfaatan limbah kayu akasia sebagai bahan baku biomassa.

“Penanaman akasia di desa kami sangat membantu masyarakat. Dari proses pembibitan hingga produksi biomassa, semuanya melibatkan warga sebagai tenaga kerja,” ujar Yusuf, dikutip dari Antara, Senin (19/5/2025).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara masyarakat dengan PT Senator Karya Maneges (SKM), perusahaan lokal pemasok serpihan kayu (woodchips) untuk cofiring biomassa, yang menjadi mitra PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI).

Masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani sawah kini memiliki tambahan penghasilan melalui kegiatan ini. Yusuf menambahkan bahwa akasia ditanam di lahan-lahan kritis yang sebelumnya kurang produktif, sehingga program ini turut membantu rehabilitasi lingkungan.

“Harapannya lahan ini bisa hijau kembali, sumber air bisa muncul kembali, dan perekonomian warga meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa terus mendukung program ini melalui pembentukan kelompok kerja dan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, ke depan program ini diharapkan dapat dikelola bersama oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar memberikan kontribusi pada pendapatan asli desa (PAD).

Di kebun persemaian milik PT SKM seluas 1,2 hektare, para warga, khususnya Perempuan, terlibat dalam pembibitan bibit akasia.

Setiap tahunnya, perusahaan menyemai hingga 2,5 juta benih dengan kapasitas bedeng semai sepanjang 30 meter yang dapat menampung 4 kilogram benih akasia.

Salah satu pekerja, Tursiyah, mengaku sangat terbantu secara ekonomi sejak bergabung dalam pembibitan akasia pada 2024. Penghasilan hariannya berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000.

“Melalui pembibitan akasia ini, saya bisa bantu mewujudkan mimpi adik saya kuliah S1. Saya sisihkan sekitar Rp300.000 per bulan dari upah saya untuk bantu bayar kuliahnya,” ungkap Tursiyah.

Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak perempuan di desa mendapatkan akses kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Satu tahun lagi adik saya lulus kuliah. Ini jadi semangat saya untuk terus bekerja dan bangga ada keluarga kami yang bisa sekolah tinggi,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...