Jumat, 11 Juli 2025 22:53 WIB
Pangannews.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka peluang kerja sama investasi pertanian dengan Pemerintah Palestina, khususnya pada lahan rawa lebak tengahan di wilayah Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir. Lahan ini dinilai memiliki potensi tinggi jika dilengkapi infrastruktur pertanian yang memadai.
Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa lahan rawa lebak tengahan yang secara umum tergenang selama enam bulan dapat dioptimalkan melalui penerapan sistem polder.
Sistem ini mencakup pembangunan tanggul sebagai pengendali banjir serta infrastruktur tata kelola air seperti saluran drainase, pompa air, dan pintu air.
“Lahan rawa lebak tengahan yang kita tawarkan kepada Pemerintah Palestina untuk investasi. Dengan sistem ini, lahan bisa ditanami hingga 3 sampai 5 kali dalam setahun,” jelas Bambang, dikutp Jum’at, 11 Juli 2025.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Suwandi, menyatakan bahwa nilai investasi belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap penjajakan.
Pemerintah Palestina saat ini sedang mengevaluasi lokasi-lokasi yang dianggap potensial untuk kerja sama pertanian, termasuk skema investasi dari hulu ke hilir atau melalui model kemitraan.
“Saya masih menunggu arahan dari Bapak Menteri. Lahan-lahan sedang kami siapkan, dan bentuk investasinya masih akan didiskusikan lebih lanjut,” kata Suwandi.
Kunjungan awal telah dilakukan oleh Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer-Salimia, pada Kamis (10/7/2025). Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memutuskan investasi secara langsung karena masih diperlukan sejumlah penilaian teknis terkait kelayakan lahan dan kondisi agronomis.
“Masih ada misi lanjutan yang akan datang untuk mengevaluasi berbagai aspek teknis seperti profil tanah, sumber daya air, hingga jenis tanaman yang cocok dikembangkan,” ujar Basheer-Salimia.
Editor: Adi Permana
You must login to comment...
Be the first comment...