Selasa, 09 September 2025 14:58 WIB
Pangannews.id - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama segera mengirim tim ke China untuk memeriksa langsung pabrik-pabrik penghasil food tray atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung unsur minyak babi.
Langkah ini dipastikan langsung oleh Kepala BPJPH Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal. Ia menyatakan bahwa pihaknya tak ingin terjebak dalam polemik yang belum terbukti, sehingga perlu pembuktian langsung di lapangan.
"Kami (BPJPH) juga harus berangkat ke China untuk melihat langsung isu yang dikembangkan," tegas Haikal usai penandatanganan nota kesepahaman bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025), kemarin.
Rencana keberangkatan dijadwalkan dalam minggu ini. Haikal menegaskan pihaknya tidak melayani isu dan rumor yang belum terverifikasi.
"Kami tidak melayani isu, tidak melayani berita-berita hoaks. Kami harus menyaksikan lebih dulu, kami harus audit lebih dulu semuanya," imbuhnya.
Pihaknya merespons laporan investigasi dari media Indonesia Business Post yang menyoroti pabrik-pabrik pembuat food tray di wilayah Chaoshan, Provinsi Guangdong, China.
Dalam laporan tersebut disebutkan ada sekitar 30 hingga 40 pabrik yang memproduksi ompreng MBG, dengan dugaan penggunaan minyak babi (lard) dalam proses produksinya.
Selain itu, investigasi juga mengungkap adanya kandungan mangan tinggi dalam produk tersebut, yang berpotensi bereaksi dengan makanan asam, menimbulkan pertanyaan soal keamanan dan kelayakan penggunaannya.
Dorongan inspeksi juga datang langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia secara terbuka meminta BPJPH untuk mengaudit seluruh proses produksi dan memastikan kehalalan alat makan yang digunakan dalam program MBG.
"Pak Kepala Badan (Haikal Hasan) harus pergi ke China, kemudian menginspeksi seluruh tempat makan yang digunakan oleh Badan Gizi. Supaya keluar pernyataan bahwa seluruhnya halal, agar tidak membuat keraguan," ujar Dadan dalam kesempatan yang sama.
Menurut Dadan, food tray yang saat ini digunakan memang bukan produksi dalam negeri karena keterbatasan kapasitas produsen lokal. Indonesia hanya mampu memproduksi 10 juta nampan per bulan, sementara kebutuhan nasional mencapai 80 juta.
Isu yang menyebut food tray MBG mengandung minyak babi disebut sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, dan kini berkembang menjadi kekhawatiran nasional.
Editor : Adi Permana
Jumat, 08 Mei 2026 12:32 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 08:31 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...