Jumat, 06 Februari 2026 11:46 WIB
Pangannews.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).
Dalam kunjungan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Somba Opu itu, ia mengecek kesiapan layanan sekaligus kualitas menu yang disajikan kepada para siswa.
Di lokasi, Zulkifli melihat proses pengolahan hingga pendistribusian makanan. Ia menyoroti variasi menu yang dinilai semakin menyesuaikan selera generasi muda, salah satunya dengan menyajikan makanan seperti spaghetti dan chicken teriyaki.
“Sekarang anak-anak SD sampai SMA sudah kenal spaghetti. Dulu zaman saya sekolah belum ada,” ujar Zulkifli.
Menurut dia, penyesuaian menu dilakukan untuk meningkatkan minat siswa mengikuti program MBG tanpa mengurangi nilai gizi. Setiap paket makanan, kata Zulkifli, telah disusun agar memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Selain itu, seluruh dapur SPPG saat ini telah didampingi tenaga ahli gizi. Kehadiran ahli gizi bertujuan memastikan menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Semua sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak supaya tumbuh optimal, termasuk perkembangan otaknya,” katanya.
Zulkifli juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan. Ia memastikan layanan tetap berjalan, dengan penyesuaian bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Selama Ramadan, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun, makanan akan diberikan dalam bentuk paket kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, seperti telur rebus, susu, roti, dan kurma.
“Anak-anak tetap sekolah, nanti waktu pulang dibekali makanan kering,” ujarnya.
Sementara itu, distribusi makanan di wilayah dengan mayoritas siswa nonmuslim, seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua, tetap berlangsung seperti biasa. Di lingkungan pondok pesantren, jadwal pemberian makanan akan disesuaikan dengan waktu berbuka.
Untuk kelompok ibu hamil dan balita, Zulkifli menegaskan tidak ada perubahan mekanisme selama Ramadan. Program pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut tetap berjalan normal.
“Yang disesuaikan hanya di sekolah-sekolah yang siswanya berpuasa. Untuk ibu hamil dan balita tetap seperti biasa,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Kamis, 05 Maret 2026 13:50 WIB
Rabu, 04 Maret 2026 19:34 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...