15 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah memastikan ketersediaan obat dan bahan pangan di Indonesia tetap terjaga meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah memanas. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan stok obat nasional masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Taruna, ketahanan pasokan tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dan industri dalam memperkuat produksi dalam negeri beberapa tahun terakhir. Dengan kapasitas yang ada saat ini, ia menilai Indonesia tidak akan menghadapi kelangkaan obat maupun pangan dalam waktu dekat.
“Kita sudah melakukan berbagai persiapan sejak beberapa tahun lalu. Dari perhitungan yang ada, ketersediaan dari industri farmasi nasional masih cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Taruna di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Selain sektor farmasi, kondisi ketahanan pangan juga dinilai cukup baik. Ia menyebut sejumlah kebutuhan pokok kini dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, termasuk komoditas beras yang saat ini tidak lagi bergantung pada impor.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman itu dikenal sebagai salah satu jalur vital perdagangan energi dunia. Penutupan jalur tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan rantai pasok global.
Editor : Adi Permana
Rabu, 04 Maret 2026 19:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:04 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 19:45 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...