KSAD Maruli Nilai Program Agroforestri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan

Pers Pangannews

Minggu, 08 Februari 2026 09:27 WIB

news
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto : dok. TNI AD)

Pangannews.id - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai program agroforestri yang dijalankan TNI AD menunjukkan perkembangan positif dan berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Maruli saat ditemui di sela kegiatan Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Ia mengatakan, meski kegiatan tersebut bukan bagian utama dari tugas pokok TNI AD, hasil di lapangan mendorong institusinya untuk tetap melanjutkan program tersebut.

“Sebetulnya kami mengerjakan itu tidak jadi fokus tugas pokok. Tapi kami melihat perkembangannya baik,” kata Maruli.

Menurut dia, TNI AD akan terus mengembangkan program agroforestri sebagai bentuk dukungan terhadap kedaulatan dan kemandirian pangan nasional. Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat produksi pangan di berbagai daerah.

“Kami akan berupaya terus akan mengembangkan,” ujarnya.

Meski demikian, Maruli belum memaparkan secara rinci terkait wilayah pelaksanaan, skema teknis, maupun jenis komoditas yang dikembangkan. Hingga kini, rincian target produksi dan pengelolaan lahan juga belum dijelaskan secara terbuka.

Dalam kesempatan yang sama, Maruli menerima penghargaan atas peran TNI AD dalam pengembangan agroforestri, penyediaan air bersih, serta penguatan kawasan pangan. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada institusi, bukan secara pribadi.

“Penghargaan karena peran TNI Angkatan Darat, bukan pribadi saya,” ujarnya.

Selain KSAD, penghargaan Anugerah Insan Inspiratif Pangan juga diberikan kepada Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto atas kontribusi mereka dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebelumnya, program agroforestri TNI AD telah diperluas di sejumlah wilayah Jawa Barat sejak 2025. Maruli saat itu menyebut program tersebut bertujuan meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, TNI AD menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PTPN, serta PT Pupuk Indonesia untuk mendukung penyediaan infrastruktur, termasuk akses jalan dan air bersih.

Program tersebut melibatkan sekitar 5.000 keluarga dengan target pengelolaan lahan hingga satu hektare per keluarga. Setiap lokasi pengembangan ditargetkan mencakup lahan seluas 200 hektare, tersebar di Purwakarta, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, dan Garut.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...