Jumat, 27 Februari 2026 12:05 WIB
Pangannews.id - Pemerintah memastikan ekspor perdana Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi segera terealisasi. Sebanyak 2.280 ton beras dijadwalkan diberangkatkan pada 28 Februari mendatang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia.
Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, awal pekan lalu. Rapat dihadiri 13 pimpinan dan perwakilan kementerian/lembaga terkait guna mematangkan aspek produksi, distribusi, hingga pengawasan mutu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Arab Saudi menjadi tujuan ekspor perdana program tersebut. Pemerintah selanjutnya membuka peluang ekspansi ke negara lain seperti Malaysia. “Tanggal 28 Februari ini sudah mulai diberangkatkan,” ujarnya.
Pasokan beras berasal dari produksi petani dalam negeri. Penugasan pengadaan dan distribusi dipercayakan kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai operator utama.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan lembaganya akan mengawal ketat standar mutu dan keamanan produk sebelum dan sesudah pengiriman. Menurut dia, ekspor beras untuk jemaah haji bukan sekadar aktivitas dagang, tetapi juga representasi kapasitas Indonesia dalam menjamin kualitas pangan nasional.
“Pengawasan dilakukan menyeluruh agar memenuhi standar negara tujuan dan meminimalkan risiko penolakan,” kata Taruna.
Ia menambahkan, kerja sama antara BPOM dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) yang telah berjalan sejak 2020 menjadi pijakan penting dalam memperlancar akses pasar.
Salah satu fokus pengawasan adalah kepatuhan terhadap ketentuan teknis, termasuk pencantuman label berbahasa Arab dan format tanggal kedaluwarsa sesuai standar yang berlaku di Arab Saudi, baik Gregorian maupun Hijriah.
Editor : Adi Permana
Kamis, 05 Maret 2026 13:50 WIB
Rabu, 04 Maret 2026 19:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:34 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...