Dosen FK UB Kembangkan Deteko, Paduan Teh Hijau dan Kopi Hijau untuk Jaga Kesehatan Jantung

Pers Pangannews

14 jam yang lalu

news
Wakil Dekan FK UB, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., (Foto : prasetya.ub.ac.id)

Pangannews.id - Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memperkenalkan minuman fungsional berbahan dasar teh hijau dan kopi hijau yang diberi nama Deteko.

Produk hasil riset selama 12 tahun itu dikembangkan sebagai minuman pendamping untuk membantu menekan risiko penyakit jantung, khususnya pada penderita sindrom metabolik. Inovasi tersebut diperkenalkan oleh Wakil Dekan FK UB, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., Kamis (9/7/2026).

Dilansir dari laman resmi UB, Prof. Saifur mengatakan, gagasan mengembangkan Deteko berawal dari keinginannya menghadirkan alternatif minuman sehat yang tetap akrab dengan kebiasaan masyarakat mengonsumsi teh dan kopi.

"Konsep awal Deteko adalah mengembangkan minuman fungsional yang disukai masyarakat dan dapat menjadi terapi pendamping di samping obat-obatan yang sudah tersedia, terutama bagi pasien dengan sindrom metabolik," ujarnya.

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang meliputi obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, trigliserida tinggi, serta rendahnya kadar kolesterol baik (HDL). Kondisi tersebut dikenal sebagai salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut Prof. Saifur, jumlah penderita sindrom metabolik terus meningkat sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak dini. Melalui Deteko, ia berharap masyarakat memiliki pilihan minuman yang tidak hanya dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga memberi manfaat kesehatan.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji klinis yang telah dilakukan tim peneliti, konsumsi Deteko dua kali sehari berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi berat badan, memperbaiki kadar kolesterol, serta menekan risiko penyakit jantung.

Salah satu keunggulan produk tersebut adalah penggunaan teh hijau dan kopi hijau yang telah melalui proses dekafeinasi. Proses itu dilakukan untuk mengurangi kandungan kafein tanpa menghilangkan senyawa aktif yang bermanfaat.

"Kafein bisa memicu jantung berdebar. Pada pasien penyakit jantung, kondisi itu dapat memperberat gejala. Karena itu kami menurunkan kadar kafeinnya, sementara manfaat dari teh hijau dan kopi hijau tetap dipertahankan," jelasnya.

Pengembangan Deteko juga ditopang oleh penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan. Selama 12 tahun, tim peneliti FK UB telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah internasional sebagai bagian dari riset tersebut.

"Kami menerbitkan sedikitnya tiga jurnal internasional setiap tahun. Selama pengembangan Deteko sudah ada sekitar 36 publikasi ilmiah internasional yang mendukung produk ini," kata Prof. Saifur.

Saat ini Deteko telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Tim peneliti menargetkan produk tersebut memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Untuk mewujudkan hal itu, FK UB membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri teh dan kopi, sekaligus mitra yang dapat mendukung proses hilirisasi hasil riset ke dunia usaha.

"Kami berharap ada kolaborasi dengan industri sehingga hasil penelitian ini bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat secara luas," ujar Prof. Saifur.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...