14 jam yang lalu
Pangannews.id - Kementerian Haji dan Umrah menjajaki peluang produk perikanan Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok konsumsi jemaah haji di Arab Saudi. Namun, peluang tersebut baru dapat diwujudkan jika industri dalam negeri mampu memenuhi berbagai standar teknis dan regulasi yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
Peluang itu mengemuka saat Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meninjau Unit Pengolahan Ikan (UPI) CV Buton Indo Tuna di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, akhir pekan lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan industri pengolahan perikanan dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji.
Menurut Irfan, dari sisi kualitas, produk perikanan Indonesia dinilai memiliki daya saing. Tantangan utamanya justru berada pada kesiapan industri dalam memenuhi standar ekspor, mulai dari pengemasan, distribusi, hingga kepatuhan terhadap regulasi di Arab Saudi.
"Secara produk saya kira ada dan bisa. Cuma masalah teknis, pengiriman terkait packaging, kemudian aturan-aturan yang ada. Ini yang harus kita perhatikan, termasuk apakah bisa memenuhi ketentuan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi," ujarnya.
Ia menegaskan, masuknya produk Indonesia ke pasar haji tidak hanya ditentukan oleh kualitas komoditas. Industri juga harus mampu menjamin standar keamanan pangan, kapasitas produksi, dan kesinambungan pasokan.
"Secara umum sebetulnya memungkinkan. Tinggal apakah kemampuan teknis kita bisa mengejar aturan-aturan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi," katanya.
Irfan mengatakan pemerintah tidak hanya melirik sektor perikanan. Kementerian Haji dan Umrah juga akan memetakan berbagai komoditas unggulan dari daerah lain yang berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah haji.
"Sementara ini yang kita lihat adalah produk-produk laut. Di daerah lain mungkin ada potensi pertanian yang juga akan kita kumpulkan datanya sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan nanti," ujarnya.
Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) mengkaji kesiapan produk nasional agar memenuhi standar pasar Arab Saudi.
Kajian itu akan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga pemenuhan persyaratan regulasi. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan komoditas yang dinilai siap memasok kebutuhan konsumsi jemaah haji.
Editor : Adi Permana
Rabu, 15 Juli 2026 11:54 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 14:41 WIB
Jumat, 10 Juli 2026 15:23 WIB
Kamis, 09 Juli 2026 11:28 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...