13 jam yang lalu
Pangannews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan wacana mengecualikan anak dari keluarga mampu sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghemat anggaran.
Namun, ia menegaskan besaran penghematan baru bisa dihitung setelah Badan Gizi Nasional (BGN) merampungkan kajian dan mekanisme pelaksanaannya.
"Pasti ada penghematan lah, bukan dipotong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," kata Purbaya, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul kajian yang tengah dilakukan BGN terkait usulan agar peserta didik dari keluarga mampu tidak lagi menjadi penerima manfaat MBG. Tujuannya agar program lebih tepat sasaran sekaligus membuka ruang efisiensi anggaran.
Meski demikian, Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci skema yang akan diterapkan. Menurut dia, seluruh aspek teknis, termasuk penentuan kriteria penerima, sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN.
"Saya enggak tahu detailnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala BGN bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya," ujarnya.
Ia pun enggan berspekulasi mengenai mekanisme yang akan dipilih, apakah melalui pendataan ekonomi keluarga, sekolah, atau skema lain.
"Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya sudah. Tapi teknisnya tanya mereka ya," katanya.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan akan menjalin koordinasi dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, setelah proses konsolidasi di internal lembaga tersebut rampung. Menurut dia, pergantian pimpinan membuat agenda pertemuan yang sebelumnya direncanakan harus ditunda.
"Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu," ujar Purbaya.
Hingga kini, BGN masih mengkaji berbagai opsi terkait penyempurnaan sasaran penerima MBG. Belum ada keputusan resmi mengenai apakah anak dari keluarga mampu akan dikeluarkan dari daftar penerima program tersebut.
Editor : Adi Permana
7 jam yang lalu
Rabu, 22 Juli 2026 13:03 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...